Radar Jember - Mengetahui weton kelahiran dapat membantu anda dalam mencari jodoh yang sesuai dan memahami pasangan weton yang sebaiknya tidak dinikahi.
Meskipun zaman semakin modern, masih ada orang, terutama di kalangan masyarakat adat Jawa, yang percaya pada weton, termasuk weton jodoh. Sesuai namanya, weotn jodoh digunakan untuk menentukan pasangan yang tepat melalui perhitungan weton dalam Primbon Jawa.
Ada berbagai tingkat kecocokan berdasarkan weton, mulai dari pegat, ratu, jodoh, topo, tinari, padu, sujanan, hingga pesthi. Dalam beberapa kategori tersebut, terdapat sejumlah neptu atau weton kelahiran yang disarankan untuk tidak bersatu.
Jika salah satu weton tersebut bersatu, mereka mungkin akan mengalami hubungan yang tidak harmonis atau menghadapi isu perselingkuhan.
Ingin tahu pasangan weton yang sebaiknya tidak menikah? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Pasangan Weton yang Tidak Boleh Menikah
Ada beberapa weton yang sebaiknya tidak menikah berdasarkan karakteristik dalam Kamus Primbon Jawa. Namun, ini tidak berarti weton tersebut tidak dapat cocok dengan neptu lainnya.
Berikut adalah beberapa weton yang disarankan untuk tidak menikah menurut ramalan dalam Kamus Primbon Jawa Kuno.
- Weton Wage dan Weton Pahing
Pasangan weton yang sebaiknya tidak menikah menurut Kamus Primbon Jawa adalah weton Wage dan weton Pahing.
Alasan di balik larangan ini adalah perbedaan sifat dan karakteristik mereka yang dianggap seperti air dan minyak, yang tidak bisa bersatu. Kepribadian yang saling bertentangan membuat keduanya sulit untuk saling menerima dan berkomunikasi.
Tidak hanya dalam hubungan cinta, weton Wage dan Pahing juga tidak cocok dalam hal bisnis, kemitraan, dan kerjasama lainnya. Jika mereka memaksakan untuk bersama, risiko yang mungkin muncul adalah banyaknya masalah yang bisa berujung pada perceraian.
- Weton Kamis Pon dan Rabu Kliwon
Pasangan weton yang sebaiknya tidak menikah menurut Kamus Primbon Jawa berikutnya adalah mereka yang lahir pada weton Kamis Pon dan Rabu Kliwon.
Larangan untuk bersatu ini disebabkan oleh neptu keduanya yang sama-sama 15. Ketika neptu 15 dibagi 5, hasilnya akan menjadi 0 atau 5, yang termasuk dalam kategori padu dalam weton jodoh. Jika mereka bersatu, kemungkinan besar akan sering terjadi pertengkaran. Namun, sisi positifnya, baik Kamis Pon maupun Rabu Kliwon memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola emosi.
- Weotn Minggu Kliwon dan Senin Kliwon
Pasangan weton yang sebaiknya tidak menikah menurut Kamus Primbon Jawa adalah Minggu Kliwon dan Senin Kliwon. Jika bersatu, jumlah neptu mereka menjadi 25, yang masuk ke dalam kategori sujanan, berarti perlu waspada.
Keduanya mungkin sering menghadapi masalah, seperti pertengkaran dan perselingkuhan. Dalam primbon Jawa, faktor astrologi seperti neptu dan weton diyakini memengaruhi keberuntungan dan keharmonisan hubungan.
Namun, pandangan ini bersifat tradisional dan tidak selalu mencerminkan realitas. Banyak orang saat ini lebih fokus pada kompatibilitas, komunikasi, dan nilai-nilai bersama dalam menjaga keharmonisan hbuungan, daripada bergantung pada astrologi.
- Weton Senin Wage dan Selasa Legi
Pasangan dnegan weton Senin Wage dan Selasa Legi memiliki jumlah neptu 16, yang termasuk dalam kategori sujanan menurut Kamus Weton Jodoh, berarti perlu waspada. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan dengan kombinasi weton ini dapat menghadapi berbagai masalah dalam perjalanan rumah tangga mereka.
- Jumat Legi dan Selasa Legi
Weton Jumat Legi memiliki neptu 11, sementara Selasa Legi memiliki neptu 14. Jika dijumlahkan, keduanya menghasilkan angka 25. Dalam primbon Jawa, neptu ini dikenal sebagai weton selawe dan termasuk dalam kategori sujanan, yang berarti pertengkaran.
Oleh karena itu, jika kedua weton ini menikah, diperkirakan pernikahan mereka akan diwarnai dengan musibah, masalah, dan rasa khawatir. Dengan demikian, menurut primbon Jawa, pasangan Jumat Legi dan Selasa Legi sebaiknya tidak menikah.
( ving)
Editor : Radar Digital