radar jember - Apakah benar diet benar tanpa makan nasi? Banyak orang diet berpikir makan nasi putih dapat menggagalkan diet dan menafsirkan bahwa diet adalah tidak makan nasi. Padahal, nasi putih merupakan karbohidrat, salah satu sumber energi manusia untuk beraktivitas.
Spesialis gizi, dr Davie Muhamad, SpGK, memastikan bahwa makan nasi putih selama diet tetap diperbolehkan. Karena tubuh masih membutuhkan energi yang didapat dari karbohidrat, khususnya untuk otak.
"Jadi, nasi masih nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-berbeda," ujarnya.
Jadi, bagaimana sih cara diet yang benar dan efektif? Yuk simak tips-tips berikut!
1. Defisit Kalor
Hal yang perlu diperhatikan selama proses diet agar bisa menurunkan berat badan adalah defisit kalori. Jadi defisit kalori adalah makan sesuai kalori harian atau memotongnya sedikit. Jika misalnya seseorang kebutuhan kalorinya 1.500 kalori per hari, bisa dikurangi secara perlahan menjadi 1.300 kalori dan seterusnya.
2. Perbanyak Protein
Selain defisit kalori mengurangi jatah kalori harian, kita harus tetap memperhatikan makanan yang kita konsumsi loh! Agar diet lebih maksimal, makan konsumsi protein harus ditingkatkan. Selain itu juga mengonsumsi serat juga jangan sampai ditinggalkan.
Dari dua tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa diet bisa tetap makan nasi, asalkan dengan porsi yang tepat dan seimbang. Berikut adalah pola diet dengan tetap makan nasi pagi, siang, dan malam:
A. Karbohidrat, seperti nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
B. Protein, bisa ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
C. Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
D.Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh. (dea)
Editor : Radar Digital