Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hindari Konsumsi Susu Kental Manis Setiap Hari, Kenapa?

Radar Digital • Rabu, 3 April 2024 | 19:10 WIB
Ilustrasi susu.
Ilustrasi susu.

Radar Jember – Mengkonsumsi Susu Kental Manis(SKM) setiap hari tidak dianjurkan. Hal itu karena kandungan yang terdapat pada SKM sangat berbahay bagi tubuh.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNEJ Dewi Rokhmah menyampaikan bahwa kandungan susu kental manis tidak seperti yang dibutuhkan oleh anak-anak terutama balita.

Apalagi usia dibawah dua tahun harus full mengkonsumsi ASI atau susu formula yang fokus gizinya mendekati ASI.

Pada SKM banyak mengandung unsur gula dan lemak walaupun ada yang lain tapi jumlah kandungan gula dan lemak cukup besar.

Hal itu tidak sesuai dengan kebutuhan anak-anak terutama yang balita ataupun orang dewasa. 

Untuk dewasa yang berumur diatas 40 tahun fungsi organ tubuh sudah tidak  normal seperti idealnya dan tentunya ada penurunan.

Jika secara pola konsumsi makanan utamanya SKM berlebihan, maka akan memperberat fungsi kerja organ. 

Dalam hal ini menurutnya pemerintah seharusnya hadir untuk melakukan pengawasan. Misalnya  pada saat promosi iklan harus ada aturannya.

 Seperti tidak boleh memunculkan figure balita atau anak dan disesuaikan untuk siapa serta terdapat batasannya. 

Seputar SKM 

  1. Mengandung kadar gula dan lemak tinggi
  2. Sangat bahaya jika dikonsumsi setiap hari
  3. Beresiko obesitas
  4. Beresiko diabetes
  1. Ketika dewasa akan menyerang bermacam organ
  2. Membahayakan liver, ginjal, jantung
  3. Memicu batuk

Cara Konsumsi Yang Benar

  1. Harus jeli melihat kandungan gizinya
  2. Harus ada batasan konsumsi
  3. Tidak dikonsumsi setiap hari
  4. Tidak mengantikan SKM menjadi kebutuhan
  5. Tidak mengkonsumsi berlebihan

“Di setiap kemasan SKM harus ada warningnya, bahayanya apa jika dikonsumsi berlebihan”

Dewi Rokhmah

Dosen FKM Unej

 

Editor : Radar Digital
#konsumsi #rekomendasi #UNEJ #susu kental manis