SELAMA puasa, pola makan dan minum mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar, maka asupan dan makanan saat sahur dan berbuka perlu diperhatikan.
Sehingga kebutuhan energi tetap terpenuhi dengan baik saat menjalankan aktivitas pada siang hari.
Dokter umum Klinik Rolas Medika Jember, dr Wilda Umami, mengatakan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah asupan karbohidrat bagi tubuh.
Hal tersebut merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Namun, jumlahnya juga harus diperhatikan. Sebab, jika berlebihan bisa berdampak pada kondisi kesehatan.
“Selama menjalankan ibadah puasa pilih karbohidrat yang kompleks. Contohnya nasi merah, gandum, oatmeal, hingga nasi putih secukupnya,” katanya.
Selain karbohidrat, asupan protein juga perlu diperhatikan saat menjalankan ibadah puasa.
Salah satu fungsinya adalah mempercepat terbentuknya jaringan otot.
Hal tersebut terbagi menjadi dua kategori, yakni protein nabati seperti tahu, tempe, kedelai, dan kacang-kacangan.
Sementara protein hewani terdiri atas telur, daging, ayam, hingga susu.
Hal lain yang dibutuhkan oleh tubuh saat berpuasa adalah lemak.
Meskipun jumlahnya tidak sebanyak dua asupan tersebut. Lemak juga terbagi menjadi dua kategori.
Di antaranya high density lipoprotein (HDL) atau lemak baik, seperti ikan.
Jenis ini berfungsi sebagai cadangan makanan saat berpuasa.
Sementara jenis kedua adalah low density lipoprotein (LDL) atau lemak jahat.
Hal ini dapat menyebabkan obesitas hingga penyakit jantung.
“Sebenarnya bukan tidak boleh dikonsumsi. Lemak itu dapat menyebabkan penyakit jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang,” terangnya.
Selain itu, dr Umami juga menyebut, kebutuhan serat selama puasa juga perlu diperhatikan. Sebab, dapat membuat rasa kenyang lebih lama.
Namun, kebutuhan vitamin dan mineral tentu juga tidak boleh dilewatkan.
Sumber utamanya bisa berasal dari sayur dan buah-buahan.
“Membuat tubuh tetap bugar saat beraktivitas pada siang hari,” pungkasnya. (ham/c2/nur)
Editor : Radar Digital