GIGI terlepas secara utuh dari mulut bisa dikembalikan ke posisi awal.
Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Dokter gigi RSU dr Soebandi, drg Alodia Geralda, mengatakan, dalam peristiwa kecelakaan ada kalanya gigi mengalami persoalan.
Seperti gigi goyang, patah, hingga terlepas. Terlepasnya gigi ini disebut dengan avulsi atau keadaan trauma gigi ketika gigi terlepas dari tempatnya secara utuh.
Sesaat setelah gigi permanen copot banyak yang pasrah begitu saja menjadi ompong. Sebab, berpikir bahwa gigi yang copot atau terlepas tidak bisa dipasang kembali.
“Gigi permanen yang terlepas, biasanya karena terjatuh ataupun kecelakaan itu bisa dipasang lagi di posisi semula. Jadi, tidak perlu membuat gigi palsu,” paparnya.
Alodia menerangkan, ada beberapa langkah agar gigi yang copot itu bisa dikembalikan lagi ke posisi awal.
“Jadi, satu jam setelah gigi itu copot harus ke rumah sakit ataupun klinik yang terdapat dokter gigi. Gigi yang copot itu juga dibawa, jadi tidak hanya orangnya,” tuturnya.
Jarak waktu setelah gigi terlepas itu adalah 60 menit atau satu jam. Bila lebih dari itu, maka gigi permanen yang terlepas itu tidak bisa dikembalikan lagi.
Alumnus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember (Unej) ini menyebut, sebelum satu jam, jaringan yang berada di akar gigi itu masih hidup.
“Lebih baiknya setelah tahu giginya terlepas, segera ambil giginya dan mencelupkan ke susu putih steril atau UHT, dan segera ke rumah sakit atau dokter gigi,” ucapnya.
Mengapa susu UHT putih? Alodia menerangkan, karena kandungan susu itu bisa membuat jaringan pada gigi lebih sehat. Apalagi, dalam susu juga terdapat kalsium yang juga dibutuhkan oleh gigi.
“Jadi, susu itu ibarat pemberian makanan sementara pada gigi yang terlepas. Walau sudah dicelupkan ke susu, tetap harus dibawa ke rumah sakit atau dokter gigi sebelum 1 jam setelah gigi itu terlepas,” terangnya. Gigi yang terlepas itu nantinya akan dipasangkan kawat sementara untuk menahan gigi agar tidak mudah terlepas lagi. (c2/dwi)
Editor : Radar Digital