PENYAKIT berlubang memang menjengkelkan.
Seperti gigi berlubang. Namun, penyakit berlubang tidak hanya bisa terjadi pada gigi.
Tapi juga pada telapak kaki. Secara medis disebut pitted keratolysis.
Bila terkena kaki berlubang, tidak hanya memperburuk penampilan. Tapi juga membuat aroma tak sedap hingga terasa nyeri di bagian telapak.
Dokter spesialis kulit dan kelamin RSD dr Soebandi, dr Rosmarini Sp KK, mengatakan, walau penyakit ini bisa menyerang telapak tangan, tapi paling banyak terjadi di telapak kaki.
“Penyakit ini merupakan infeksi kulit akibat bakteri yang biasanya muncul di telapak kaki atau telapak tangan. Tapi paling sering di telapak kaki,” ucapnya.
Mereka yang memakai alas kaki tertutup dalam jangka waktu lama memiliki potensi lebih tinggi terkena pitted keratolysis.
Kaki berlubang kecil biasanya asimtomatik atau tidak memunculkan tanda dan gejala khusus.
Namun, jika memunculkan gejala, kondisi yang paling umum terjadi adalah kaki bau.
Lubang yang awalnya kecil itu bisa berkumpul menjadi banyak lubang serta terjadi ruam dan kemerahan.
Bahkan, tak sedikit terasa nyeri dan gatal. Penyakit ini bisa muncul karena terdapat bakteri.
“Bakteri bisa berkembang biak pada kondisi basah dan lembap. Itulah mengapa kondisi telapak kaki berlubang kecil kerap dialami orang yang sirkulasi udara kakinya buruk,” tuturnya.
Pencegahan penyakit kaki berlubang, kata dia, bisa dilakukan dengan tidak memakai sepatu dalam durasi cukup lama.
Lalu, memakai kaus kaki untuk menyerap keringat, mencuci kaki dengan sabun, menghindari berbagi alas kaki, dan menjaga kaki senantiasa kering.
“Secara umum, pitted keratolysis adalah penyakit yang mudah dicegah dan mudah pula diobati. Dengan mengoleskan antibiotik sesuai resep dokter dan mencegah kaki lembap, umumnya penyakit kulit telapak kaki berlubang ini akan sembuh dalam waktu empat minggu,” ucap Rosmarini. (qal/c2/dwi)
Editor : Radar Digital