KEPATIHAN, Radar Jember – Memiliki jerawat di wajah tentu sangat mengganggu penampilan.
Sejatinya, laki-laki yang lebih rentan berjerawat daripada perempuan. Namun, perempuan lebih stres bila memiliki jerawat daripada laki-laki.
Dokter Klinik Kecantikan Erha Ultimate, dr Chandra Permana, menjelaskan, terdapat beberapa hal yang memicu munculnya jerawat.
Bisa internal maupun eksternal. Faktor internal di antaranya genetik dan perubahan hormon. Sedangkan eksternal bisa karena makanan hingga pemakaian kosmetik.
Dia menjelaskan, pada usia pubertas biasanya akan lebih rentan berjerawat. Akibat adanya peningkatan hormon androgen.
Hormon ini berperan besar terhadap pembentukan jerawat, karena peningkatan hormon ini menimbulkan pelekatan kulit mati lebih kuat dan aktivitas kelenjar minyak berlebihan.
Seiring usia bertambah, biasanya terjadi perubahan hormonal yang menurunkan risiko terjadinya jerawat.
dr Chandra juga mengatakan, pria lebih rentan terkena jerawat daripada perempuan. Sebab, memiliki hormon androgen yang cukup banyak.
Namun, perempuan juga ada yang mengalami kondisi hiperandrogen.
Yaitu kondisi kadar hormon androgen atau testosteron dalam tubuh wanita terlalu tinggi.
Hormon androgen meningkat pada perempuan ditandai dengan pertumbuhan rambut badan dan wajah berlebih.
“Sama-sama berpotensi menimbulkan jerawat. Namun, pria lebih rentan,” terangnya.
Sementara, konsumsi makanan kurang tepat juga memicu munculnya jerawat. Seperti keju dan es krim.
Bahkan, makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi atau yang manis-manis juga tidak disarankan.
Selain itu, kata dia, konsumsi suplemen juga bisa memicu jerawat.
Sebab, ada beberapa suplemen yang mampu meningkatkan kelenjar minyak.
Selain, itu stres juga bisa semakin memperparah atau memunculkan jerawat. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital