RADARJEMBER.ID - Remaja atau generasi milenial masa kini sudah sepatutnya bisa melek dunia politik. Sebab, para pemilih milenial tersebut juga menjadi penentu masa depan bangsa.
Termasuk bagi remaja Jember. Baik itu generasi milenial, macam mahasiswa Jember ataupun pemuda-pemudi lainnya.
Melihat pergerseran fase yang sedari dulu berjalan, menarik untuk kita telaah lebih lanjut, apalagi Indonesia telah masuk pada fase industrialisasi 4.0.
Hal ini layak untuk kita apresiasi untuk Indonesia, karena ini merupakan keuntungan yang sangat potensial guna menghadapi tantangan zaman yang berlangsung.
Mengapa anak muda itu penting untuk melek pemilu. Pertama, generasi milenial y berpikiran terbuka dan melek politik, diharapkan mampu menyebarkan dan menjaga nilai-nilai toleransi atas persaingan politik, sehingga Pemilu 2014 dimaknai sebagai sarana integrasi bangsa.
Melek politik merupakan kemampuan seorang individu untuk memahami, mengidentifikasi, dan terlibat dalam proses politik serta pemilihan umum.
Individu yang melek politik mampu memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta dapat mengakses informasi tentang isu-isu politik dan kandidat yang ada dalam pemilihan umum.
Berdasarkan data dari Trans Media Sosial, karakteristik generasi Milenial yang paling mencolok adalah mereka sangat menguasai gawai, teknologi serta aktif di media sosial seperti Facebook, YouTube, Instragram, WhatsApp dan lain-lain. Data menyebutkan sekitar 80% generasi Milenial mengakses media sosial setiap hari, mereka biasanya mencari informasi mengenai liburan, hiburan, kuliner, agama, politik, olah raga dan lain sebagainya.
Anak muda, dapat berpartisipasi aktif dalam program KPU, misalnya menjadi duta pemilu/relawan demokrasi, mengikuti sekolah/kelas pemilu, berpartisipasi dalam acara KPU Goes To School and Campus, mengikuti kegiatan kepemiluan dalam seminar, workshop, FGD, bahkan terlibat sebagai penyelenggara pemilu di tingkat Adhoc. (bud)
Editor : Radar Digital