KEPATIHAN, Radar Jember - Kantor Jawa Pos Radar Jember lain dari biasanya, pagi kemarin (18/1). Ini karena ada kunjungan redaksi dari siswa TK Kristen Benih Harapan. Mereka ini cukup antusias mengenal lebih dekat media cetak maupun media digital. Tak hanya itu, proses produksinya juga mulai dikenalkan kepada anak-anak tersebut.
General Manager Jawa Pos Radar Jember MS Rasyid menyambut baik kunjungan 33 siswa dan delapan guru TK Kristen Benih Harapan itu. Dia menyampaikan keterbukaan bagi lembaga sekolah mana pun yang ingin melaksanakan proses pembelajaran lapang di kantor Jawa Pos Radar Jember. “Semoga apa yang ada di sini bisa menjadi pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang berkesan,” ucapnya.
Kepala TK Kristen Benih Harapan Carholina Patricia mengungkapkan, tema pembelajaran alat komunikasi menjadi dasarnya mengajak siswa-siswinya ke kantor Jawa Pos Radar Jember. Salah satu alat komunikasi yang menurutnya perlu dikenalkan adalah koran. “Anak-anak kan selama ini di sekolah tahunya ini newspaper. Cuma, prosesnya seperti apa dan siapa orang yang terlibat di dalamnya tidak tahu,” jelasnya.
Dipilihnya Jawa Pos Radar Jember, lanjutnya, karena dirasa sebagai perusahaan media koran terbesar di Jember. Apalagi saat ini keberadaan koran jarang diakses. “Padahal kalau boleh dibilang di dalam koran itu segala informasi ada. Mulai dari yang viral, olahraga, semua ada,” sebutnya.
Dia berharap siswa TK Kristen Benih Harapan tidak asing dengan koran yang merupakan bagian media komunikasi dan informasi. Serta tidak melulu mengandalkan komunikasi di HP, yang akhirnya membuat koran tergerus zaman tanpa diketahui jejaknya nanti.
Caca, sapaan akrab Carholina Patricia, berharap, seusai kunjungan ke kantor Jawa Pos Radar Jember, anak-anak didiknya bisa memahami koran sebagai alat komunikasi. Tidak menganggap koran sebagai sesuatu yang aneh. “Pengennya koran tetap ada, ya. Sampai nanti kalau misalnya mereka lihat koran, mereka tertarik juga untuk baca koran. Nggak semata-mata langsung nggak mau tahu sama koran sama sekali,” pungkasnya.
Karyawan Jawa Pos Radar Jember memaparkan secara sederhana proses pencarian berita, pembuatan, hingga akhirnya bisa dicetak menjadi koran. Proses untuk penerbitan media digital pun dijelaskan. Antusiasme sangat terlihat dengan adanya respons siswa TK Kristen Benih Harapan di sepanjang pemaparan materi. Mereka juga diajak untuk melihat dapur redaksi Jawa Pos Radar Jember dan beberapa sudut lainnya. (sil/c2/nur)
Editor : Radar Digital