Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Makin ASSSIC, Makin Istimewa, Makin Cash… Cash… Cash…

Maulana Ijal • Sabtu, 16 Juli 2022 | 22:05 WIB
Photo
Photo
JUDUL di atas mungkin agak asing bagi pembaca. Tapi, tidak demikian bagi karyawan Jawa Pos Radar Jember (JPRJ). Sebab, setiap Senin pagi, kalimat itu selalu berkumandang di kantor JPRJ. Tepatnya dalam agenda rutin briefing, senam, dan doa bersama yang diikuti seluruh karyawan. Termasuk karyawan yang ada di Radar Semeru Lumajang dan Radar Ijen Bondowoso melalui saluran daring.

Kalimat “Makin ASSSIC, Makin Istimewa, Makin Cash… Cash... Cash…” merupakan slogan atau tagline. Bisa juga dipakai sebagai jawaban salam kebanggaan saat ada yang meneriakkan “Radar Jember!”. Jadi, kalimat itu adalah slogan untuk membangkitkan semangat pantang menyerah. Juga untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap “almamater” atau perusahaan, tempat mencurahkan tenaga dan pikiran para karyawan.

Perjuangan mengangkat “harkat dan martabat” koran di era disrupsi (gangguan) digital saat ini tantangannya memang cukup berat. Sebab, budaya literasi baca masyarakat sudah banyak yang beralih ke teknologi digital berbasis internet. Meski demikian, hal ini tak perlu disikapi dengan panik. Justru harus dihadapi dengan asyik untuk mendapatkan hasil yang istimewa. Hasil istimewa itu bentuknya berupa omzet yang diupayakan dalam bentuk cash (kontan), tidak diutang.

Tak hanya itu, selain berkonotasi santai dan menyenangkan, kata ASSSIC juga memiliki arti penting bagi keluarga besar JPRJ. Pasalnya, ASSSIC telah menjadi konsep kebijakan makro yang dicanangkan oleh manajemen JPRJ sejak tahun 2021. ASSSIC itu sendiri memiliki kepanjangan dari Accurate (akurat), Solid (kuat/kompak), Speed (cepat), Smart (cerdas), Innovative (inovatif), dan Commitment (komitmen). Kebijakan manajemen ASSSIC ini selanjutnya menjadi acuan strategis kinerja bagi divisi-divisi di JPRJ. Tujuannya sebagai panduan kinerja untuk mencapai target yang sudah dicanangkan. Dari sini diharapkan lahir inovasi-inovasi baru dengan tujuan akhir JPRJ bisa tetap eksis. Bahkan, berkembang menjadi media multiplatform yang menjanjikan.

Salah satu inovasi yang lahir untuk menghadapi era disrupsi dan pandemi Covid-19 adalah aplikasi sistem informasi manajemen (SIM) bernama ASSSIC-RJ (Accurate, Solid, Speed, Smart, Innovative, Commitment, Radar Jember). Aplikasi ini fungsinya untuk mengukur, mengevaluasi, dan meningkatkan sistem kontrol dan keandalan kinerja serta produksi di seluruh divisi. Melalui aplikasi ASSSIC-RJ ini akan diketahui mobilitas dan produktivitas kinerja karyawan secara terukur. Selain itu, masih banyak inovasi yang lain seperti e-koran, e-paper, aplikasi zona-expo, televisi streaming, aneka konten di beberapa medsos, dan lainnya.

Alhamdulillah, kerja keras dan kerja cerdas itu membuahkan hasil yang menggembirakan. Era disrupsi digital yang banyak bikin kolaps media cetak, ditambah kondisi pandemi Covid-19 yang juga bikin kelimpungan banyak perusahaan, ternyata bisa diatasi. JPRJ tetap bisa eksis dan berkembang dengan baik. Bahkan, dalam rapat evaluasi tahunan bersama 18 perusahaan media cetak yang dikonsolidasi PT Jawa Pos Radar (JPR), JPRJ mendapat predikat juara pertama kategori AA tahun 2021. Salah satu parameternya, pengelolaan manajemen keuangan dan perolehan laba yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Membaiknya kondisi finansial JPRJ itu terus berlanjut sampai pertengahan tahun 2022 ini. Bahkan, perolehan omzet pada semester awal 2022, selain menyalip pendapatan tahun sebelumnya, juga melampaui target yang diproyeksikan. Tentu ini menjadi kado terindah di ulang tahun ke-23 JPRJ yang jatuh pada hari ini.

Padahal, di bulan Februari 2022 lalu, kondisi JPRJ sempat setengah kolaps. Hal itu terjadi karena hampir separuh karyawan terpapar Covid-19 varian Omicron. Kantor JPRJ lockdown selama dua minggu. Seluruh karyawan dilarang ke kantor. Yang sehat tetap harus bekerja dari rumah. Koran harus tetap terbit dan hadir ke tangan pelanggan. Salah satu yang menyelamatkan kondisi krusial saat itu adalah aplikasi ASSSIC-RJ. Meski karyawan tidak ke kantor, produksi koran dan unit kerja yang lain tetap jalan. Seluruh koordinasi pengelolaan dan produksi dilakukan lewat aplikasi ASSSIC-RJ.

Kondisi pandemi Covid-19 yang tidak bersahabat juga sempat menahan agenda gathering & refreshing JPRJ. Di acara itu manajemen menyampaikan road map JPRJ selama satu tahun ke depan kepada seluruh karyawan. Waktunya biasanya pada akhir atau awal tahun. Tapi, hal itu baru bisa dilakukan pada awal Juni 2022. Seluruh karyawan JPRJ diboyong ke Jogjakarta selama tiga hari untuk mengikuti gathering & refreshing. Berangkat Jumat siang, sampai Jember Senin pagi.

Agenda healing ke Jogjakarta telah memunculkan inspirasi berupa tagline baru JPRJ: “Makin ASSSIC, Makin Istimewa, Makin Cash… Cash… Cash…” Makna sederhananya, berasyik ria di Daerah Istimewa Jogja demi menggapai hasil maksimal. Kalau dijabarkan lebih luas lagi, seluruh karyawan dalam bekerja selalu dilandasi semangat pantang menyerah, namun tetap dalam suasana nyaman, hati ikhlas, banyak inovasi, dan mendapatkan hasil yang nyata. Diharapkan tagline ini bisa memotivasi kinerja seluruh karyawan JPRJ.

Apalagi di usia ke-23 ini JPRJ banyak disokong oleh tenaga-tenaga muda yang baru lulus kuliah. Bahkan, sebagian dari mereka belum selesai studinya. Para personel muda itu sebagian besar ditempatkan di divisi digital. Menangani produksi audio visual, desain digital, media daring, media sosial, sebagai konten kreator, host, dan editor video. Sebagian lagi berada di divisi redaksi, sebagai redaktur dan wartawan. Termasuk saat ini juga ada lima calon wartawan baru yang sedang mengikuti uji coba sebelum diterima secara resmi sebagai wartawan JPRJ.

Para personel muda inilah yang diharapkan bisa menjadi generasi penerus agar JPRJ tetap eksis. Termasuk berkembang menjadi media multiplatform. Sebab, sejak awal JPRJ berdiri pada 16 Juli 1999, hingga detik ini hanya tinggal satu personel yang masih eksis bertahan. Yaitu, MS Rasyid, yang sekarang menjabat sebagai general manager. Dalam acara gathering & refreshing di Jogjakarta, bulan lalu, dia dinobatkan sebagai karyawan terbaik JPRJ karena kontribusinya terhadap perusahaan sangat signifikan.

Meski banyak media cetak berguguran diterpa badai disrupsi digital, alhamdulillah JPRJ masih tetap eksis. Bahkan, bisa meningkatkan performa dari sisi perolehan laba. Termasuk, bisa memberikan bonus kepada seluruh karyawan. Tentu ini bukan hal yang mudah di tengah pemulihan ekonomi akibat cukup lama terdampak pandemi Covid-19.

Langkah lain yang dilakukan JPRJ agar tetap eksis menghadapi disrupsi adalah konvergensi (integrasi). Yaitu, menggabungkan beberapa jenis produk media dalam bentuk digital dengan tujuan bisa meningkatkan profit perusahaan. Hal ini sekaligus mengukuhkan JPRJ sebagai media multiplatform. Selain tetap eksis bergerak di media cetak, juga mengelola media daring, media sosial, TV streaming, e-paper (edisi digital JPRJ dengan penambahan materi baru yang tidak ada di edisi cetak), dan e-koran (edisi digital yang bisa dipesan khusus dan dicetak sendiri).

Langkah ke depan, JPRJ akan mengembangkan Jawa Pos Televisi yang kini sedang uji coba di beberapa daerah yang sudah ada izin operasionalnya. Semua inovasi itu bisa terlaksana berkat dukungan dan kerja sama yang baik dari stakeholder dan para klien JPRJ. Harapannya, JPRJ terus bisa eksis memberi pencerahan bagi masyarakat, khususnya yang ada di Jember, Bondowoso, dan Lumajang. Semoga ke depan JPRJ makin ASSSIC, makin istimewa, dan makin cash… cash… cash…(*)

(IG: choliqbaya)

Editor : Maulana Ijal
#Headline