BACA JUGA : Sneaker Pria Terbaik Untuk Meningkatkan Standar Penampilan Anda
Kesalahan penulisan nomor punggung pemain pada jersey menjadi awal mulanya. Seharusnya 14, namun oleh asistennya dituliskan 16. Panitia penyelenggara pada saat itu tak mau tahu dan menganggap pemain yang bernomor punggung salah tersebut ialah pemain ilegal dan telah melanggar peraturan. “Padahal saat itu tim sangat solid dan bermain cukup bagus,” ujar Rofiq.
Diraihnya medali emas pada Porprov kali ini seakan membayar tuntas kesalahan tahun kelam itu. Berbagai persiapan dilakukan sejak sebelum penyelenggaraan. Kesiapan mental para pemain, kata dia, menjadi hal terpenting yang terus dibangun olehnya. Dia selalu menggaungkan semangat pada anak-anak didiknya agar selalu siap dalam situasi apa pun.
Soal teknis juga tak luput dari hal yang disiapkan mantan pelatih Persid Junior tahun 2014–2015 itu. Jauh sebelum Porprov, seleksi telah dilakukan pada September hingga Oktober 2021. Mencari pemain bertalenta di internal Askab PSSI Jember. Berikutnya, latihan-latihan dilakukan terus-menerus dengan tekun. Setiap waktu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas teknik tiap pemain.
Pesan yang selalu dia warning-kan kepada seluruh asistennya ialah soal kesalahan di tahun lalu. Dengan tegas, dia selalu meminta melakukan pengecekan nomor punggung berulang kali. Bahkan, jika biasanya dia tak ikut campur, kemarin dia turun langsung ikut mengontrol. Ketakutan akan terulangnya kesalahan yang lalu sangat melekat. “Kali ini kami lebih teliti,” tutur pria asal Rambipuji yang juga merupakan pelatih Jember United tahun 2016 itu.
Dengan keyakinan yang cukup tinggi, Rofiq mengaku tak terlalu terkejut dengan hasil yang didapatkan oleh anak-anak didiknya. Mulai dari laga penyisihan grup hingga melaju semifinal dan final, sudah menjadi target yang diwujudkan secara perlahan namun pasti.
Kekuatan komponen tim sangat ditekankan oleh pelatih sepak bola terbaik internal Askab Jember tahun 2017 itu. Terutama membangun kekeluargaan di antara pemain. Hal itu menjadi bagian yang terus dijaga dari awal hingga akhir. Meski dengan komposisi pemain yang tak sebagus 2019 lalu, tambahnya, namun dengan kekompakan, semua persoalan bisa terlewati. Termasuk dramatisnya permainan di laga pertama yang sempat membuat tiga pemain Jember diberikan kartu merah. Sampai semuanya bisa ditebus dengan berhasilnya tim mendulang emas setelah menang final dengan gol tunggal melawan Kabupaten Pasuruan. (c2/nur)
Editor : Safitri