BACA JUGA : Surabaya Melaju ke Final setelah Kalahkan Tuan Rumah Jember
Bertemu Surabaya di partai final, yang sebelumnya pernah ditumbangkan oleh petenis beregu putri Jember di babak penyisihan, justru membuat petenis putri Jember kalang kabut. Sebab, pada pertandingan single kedua, petenis Jember justru mengalami kesulitan.
Rifda, petenis Jember yang turun di nomor single putri dan berhadapan dengan Nafiga, dibuat kerepotan. Padahal, ketika pertandingan baru berjalan, Rifda begitu mendominasi. Permainan saling menyerang dengan pukulan keras, Rifda lebih kerap mendulang poin. Bahkan keunggulan Rifda sampai 4-1.
Namun, petenis putri Surabaya yang pada babak penyisihan dikalahkan oleh Chofifah pada single putri memilih strategi yang tepat. Nafiga tidak lagi memukul bola keras-keras, tapi mengembalikan dengan bola lambung.
Cara bermain aman tersebut membuat Rifda kerepotan untuk segera mengakhiri kemenangan. Petenis yang posturnya lebih tinggi daripada petenis asal Surabaya tersebut bola pukulannya keluar. Secara perlahan tapi pasti hal itu membuat skor imbang.
Bahkan, pertandingan kedua single di nomor beregu putri tersebut berjalan cukup panjang hingga satu jam lebih. Kemenangan akhirnya milik Surabaya dengan poin 7-9. Hasil tersebut membuat skor imbang 1-1, karena pada pertandingan single pertama, Chofifah berhasil meraih kemenangan.
Sementara itu, pertandingan penentuan double putri, Chofifah/Risna Thalita melawan Dika Nanda/Dian Septi. Menuntaskan perlawanan dengan mudah dengan 8-2. Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono mengatakan, Surabaya memutar strategi dengan melakukan pergantian pemain yang bermain pertama di single putri. “Pertandingan babak penyisihan sebelumnya, atlet Surabaya yang mengalahkan Rifda. Dimainkan di single pertama dan melawan Chofifah,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, bila sama-sama bermain menyerang dengan pukulan keras, maka Rifda bisa memenangkan pertandingan. Kekalahan Rifda, kata Soetriono, karena masih kurang bersabar untuk melayani bola lambung dari lawan. “Kurang sabar dan telaten saja,” paparnya.
Sebagai cabor unggulan untuk Kontingen Jember di Porprov Jatim, target yang dicanangkan adalah tiga medali. “Target kami tiga medali. Apa pun medalinya,” ucapnya.
Dia optimistis akan bisa mendulang medali lagi, setelah sukses meraih emas di beregu putri. “Total bisa dapat empat sampai lima medali lagi,” katanya. Total terdapat tujuh nomor pertandingan di cabor tenis lapangan Porprov Jatim. Beregu putra/putri, single putra/putri, double putra-putri, dan double atau ganda mix. (c2/dwi) Editor : Safitri