BACA JUGA : Satu Calon Jemaah Haji Kembali ke Jember
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pertandingan yang tersaji di Alun-Alun RBA Ki Ronggo itu cukup membuat masyarakat berbondong-bondong menyaksikan. Sorak-sorai penonton untuk memberikan semangat kepada para atlet yang bertanding pun tidak dapat dihindarkan. Terlebih pertandingan berjalan cukup menegangkan. Pasalnya, kedua atlet saling jual beli pukulan.
Ketua Pertina Bondowoso Slamet Riyadi mengungkapkan, pada Porprov kali ini ada empat atlet yang diturunkan. Dua atlet di antaranya sudah bertanding. Namun miris, satu di antaranya tidak dapat melanjutkan hingga babak selanjutnya. Karena kalah saat melawan petinju Sidoarjo. Kemudian, satu lainnya berhasil meraih kemenangan dan mendapatkan satu poin. "Masih ada dua atlet lagi," katanya.
Dari empat atlet tinju tersebut, Slamet menjelaskan, mereka mengikuti berbagai kelas. Mulai dari kelas 54 woman, kelas 51 men elite, kelas 71 men elite, dan kelas 67 kilogram junior. Jenis pertandingan tinju amatir sendiri terdiri atas berbagai kategori.
Mulai dari youth, yakni untuk atlet yang berusia 16 hingga 18 tahun. Kemudian, senior elite untuk atlet yang berusia 19 hingga 22 tahun. "Kemudian, ada kategori women. Itu sebanyak 5 kelas pertandingan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pertina Sidoarjo Arif Rahman Hakim mengatakan, Ade bertanding cukup bagus pada laga kali ini. Dia mampu memanfaatkan celah pertahanan lawan dan berani balik memberikan serangan cepat. Menurutnya, itu karena mental Ade tak goyah ketika lawannya menguasai pertandingan.
Meski demikian, Arif mengakui permainan atlet dari Bondowoso terbilang cukup bagus, sehingga pertandingan berjalan seru. "Ade agak lengah di ronde awal. Tetapi, bisa menuntaskan pertandingan dengan baik," ucapnya.
Lebih lanjut, Arif juga menegaskan tidak pernah menganggap remeh kontingen dari daerah lain. Sebab, menurutnya, mereka semua memiliki kemampuan yang mumpuni serta menjadi lawan yang berat untuk dihadapi. "Mereka sama-sama akan berupaya keras untuk menyabet gelar juara dengan kemampuan maksimalnya," pungkasnya. (ham/c2/fid) Editor : Safitri