SUMBERSARI, Radar Jember - Isu dinasti politik yang tersemat di tubuh Koalisi Indonesia Maju (KIM) direspons santai oleh sejumlah parpol pengusung KIM. Salah satunya oleh DPC Partai Demokrat Kabupaten Jember.
"Kalau disebut Partai Demokrat mendukung dinasti politik, jawaban saya sama persis dengan Pak Prabowo," urai Tri Sandi Apriana, Ketua DPC Partai Demokrat Jember, ketika dikonfirmasi, Rabu (1/11) malam.
Tri Sandi mengutip pernyataan Prabowo Subianto yang menyebutkan, selama tujuannya baik, politik dinasti tidak jadi soal dan wajar. Bahkan dalam sejarahnya, politik dinasti itu sudah ada sejak zaman Presiden Suharto, yang kemudian diikuti oleh elite-elite pimpinan parpol, termasuk diikuti mayoritas parpol di Indonesia. "Pak Prabowo sampaikan, seluruh keluarganya dari kakek, nenek, sampai Pak Suharto juga semuanya dinasti," katanya.
Sebagaimana diketahui, isu politik dinasti itu menguat setelah adik ipar Presiden Jokowi, Anwar Usman selaku Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), disebut-sebut telah membukakan jalan untuk Putra Sulung Presiden Jokowi, yakni Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres mendampingi capres Prabowo Subianto. Dan, setelah KIM secara resmi mendeklarasikan pasangan Prabowo-Gibran sebagai capres-cawapres, disusul dengan mendaftar ke KPU, isu yang menyebut KIM mendukung penuh politik dinasti ini kian menguat. Namun demikian, Tri Sandi juga menyebut bahwa politik dinasti itu selama memiliki tujuan yang mulia, maka tetap layak untuk didukung. "Selama (dinasti politik, Red) tujuannya baik, tujuannya mulia, dan yang paling penting tidak merugikan rakyat," imbuh dia.
Politisi yang juga anggota DPRD Jember itu menegaskan bahwa parpol-parpol yang tergabung di dalam KIM telah menyatukan komitmen bersama untuk memenangkan Prabowo-Gibran, dan tak mau ambil pusing dengan isu demikian. "Yang penting tujuannya untuk bisa memakmurkan negeri ini," kata Tri Sandi.
Sebelumnya, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Jember Ahmad Halim juga tak menampik fakta perihal isu yang melekat di koalisi pengusung Prabowo Gibran ini, yang disebut pro terhadap politik dinasti. "Kami tidak bisa menanggapi itu (politik dinasti, Red), yang jelas proses itu telah dilalui, dan tahapannya sudah memasuki pemenangan. Kami satu tekad Prabowo-Gibran di Jember bisa menang," tukasnya. (mau/c2/nur)
Editor : Radar Digital