RADAR JEMBER - Gejolak hebat melanda internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan DPP PSI yang menyatakan tidak akan memberikan bantuan hukum kepada salah satu pendirinya, Grace Natalie, memicu kemarahan besar dari sejumlah tokoh partai, termasuk Anggota DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso.
Kisruh ini bermula dari pernyataan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, terkait laporan dugaan pemotongan video Jusuf Kalla yang menyeret nama Grace Natalie dan Ade Armando.
Ahmad Ali secara tegas menyebut bahwa partai tidak akan ikut campur secara kelembagaan dalam urusan hukum tersebut.
Baca Juga: Gejolak di Tubuh PSI: Grace Natalie Dipolisikan, Ade Armando Mundur, DPP Puji Sikap Jusuf Kalla
"Gini, pernyataan yang disampaikan oleh anggota partai, toh, katakan Mbak Grace, itu adalah pernyataan pribadi. Secara kelembagaan, kami pastikan tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepartaian. Karena hal ini hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi," ujar Ahmad Ali di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Meskipun Ahmad Ali menyatakan dukungan secara pribadi, sikap formal partai yang terkesan lepas tangan ini menyulut reaksi keras.
Sugeng Teguh Santoso secara terbuka mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap elit partai tersebut.
"Sangat disayangkan dan saya kecewa dengan pernyataan ini. Karena Grace Natalie dilaporkan dugaan tindak pidana yang belum tentu dia bersalah, bukan perkara korupsi, bukan perkara memalukan," tegas Sugeng dengan nada kecewa.
Editor : M. Ainul Budi