Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Budi Arie Tegaskan Hubungan dengan Jokowi Tetap Baik, Projo Siap Transformasi dengan Logo Baru

Redaksi Radar Jember • Selasa, 4 November 2025 | 21:14 WIB
Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia mengungkap tiga musuh Koperasi Merah Putih. (Foto: Salman Toyibi/Jawa Pos)
Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia mengungkap tiga musuh Koperasi Merah Putih. (Foto: Salman Toyibi/Jawa Pos)

Radar Jember - Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, memastikan bahwa hubungan dirinya dan organisasi yang dipimpinnya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap harmonis.

Pernyataan itu disampaikan Budi untuk menepis isu bahwa Projo telah berpisah jalan dengan Jokowi usai munculnya rencana pergantian logo organisasi yang selama ini identik dengan wajah sang presiden.

Isu tersebut semakin mencuat setelah Budi dikabarkan mulai mendekat ke Partai Gerindra.

Namun, Budi menegaskan bahwa perubahan logo dan arah politik Projo bukan tanda renggangnya hubungan dengan Jokowi.

Dalam sambutan pembukaan Kongres III Projo pada Minggu, 2 November 2025, Budi menegaskan bahwa keberadaan Projo tidak dapat dipisahkan dari sosok Jokowi.

“Jangan di-framing seolah kami putus hubungan. Projo lahir karena ada Pak Jokowi. Projo muncul dari semangat perlunya pemimpin rakyat yang benar-benar berasal dari rakyat itu sendiri, dan itu ada pada sosok Joko Widodo,” ujar Budi.

Ia menambahkan, perjalanan Projo sejak berdiri pada 2014 hingga 2024 telah menjadi bagian penting dari sejarah kepemimpinan Jokowi di Indonesia.

Budi juga mengungkapkan bahwa dirinya masih aktif berkomunikasi dengan Jokowi, termasuk soal rencana perubahan logo Projo.

“Tadi pagi saya sempat bicara dengan Pak Jokowi. Saya sampaikan bahwa perubahan logo ini adalah bagian dari proses transformasi organisasi agar Projo lebih adaptif terhadap tantangan zaman,” jelasnya.

Menurut Budi, Projo akan menggelar sayembara terbuka untuk melibatkan publik dalam menentukan desain logo baru tersebut.

Terkait arah dukungan politik, Budi menegaskan bahwa Projo akan tetap berada di barisan pendukung pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Karena itu, kami akan mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan ini agar tetap berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Pernyataan itu selaras dengan hasil Sidang Pleno III Projo yang sebelumnya merekomendasikan dukungan penuh kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dalam kesempatan terpisah, Budi meluruskan anggapan publik bahwa nama “Projo” merupakan singkatan dari “Pro-Jokowi”.

“Projo itu bukan singkatan. Dalam bahasa Sanskerta, Projo berarti ‘negeri’, sedangkan dalam bahasa Jawa Kawi artinya ‘rakyat’. Jadi, kaum Projo adalah mereka yang mencintai negara dan rakyatnya,” jelas Budi saat hari pertama Kongres III di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 November 2025.

Ia menambahkan, anggapan bahwa Projo berarti “Pro-Jokowi” muncul karena penyebutannya yang mudah dan populer di masyarakat.

 

Penulis:Athok Ainurridho

Editor : M. Ainul Budi
#prabowo #Jokowi #projo #Budi Arie