Sarankan Pemda Optimalkan Potensi Daerah
KALIWATES, Radar Jember - Kebijakan efisiensi anggaran yang diputuskan Presiden Prabowo Subianto, dirasa harus diterjemahkan dengan cermat oleh pemerintah daerah. Tak terkecuali oleh Pemkab Jember.
"Pemerintah daerah harus menangkap itu secara bertanggung jawab, artinya tidak bisa kemudian ruang fiskal daerah itu hanya bertumpu terhadap transfer pusat, baik itu DAK ataupun DAU, atau sumber-sumber yang lain," kata Anggota Komisi II DPR Fraksi PKB Muhammad Khozin, kepada wartawan (13/4).
Menurut dia pemerintah daerah harus memiliki kreatifitas untuk memaksimalkan setiap potensi di daerah tersebut, terutama melalui sektor padat karya. Seperti pariwisata, pertanian, nelayan, perikanan, dan sektor-sektor lain.
Selain itu, kata dia, daerah seperti di Jember dan Lumajang, merupakan kawasan agraris yang memiliki hamparan tanah luas, memiliki pesisir pantai, pegunungan, hutan, perkebunan, dan semuanya semuanya ada.
"Jadi kebijakan efisiensi ini, tinggal bagaimana political will kepala daerah untuk memaksimalkan setiap daerah tersebut," imbuh legislator PKB Dapil Jember Lumajang itu.
Meski begitu, Khozin tidak mengetahui detail persentase efisiensi pusat ke daerah, termasuk Jember. Ia hanya memastikan bahwa semangat dari kebijakan efisiensi untuk memastikan mendorong program-program layanan maupun yang berkaitan dengan kepentingan publik.
"Prinsipnya efisiensi anggaran itu bukan memotong anggaran tapi memaksimalkan anggaran yang awalnya terdistribusi ke hal-hal yang sifatnya seremonial kepada hal-hal yang sifatnya esensial, seperti memotong anggaran perjalanan dinas, dan lain-lainya," pungkas Khozin. (mau/bud)
Editor : M. Ainul Budi