Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gelar Aksi di Depan Kantor DPRD Jember Soal Dugaan Ujaran Kebencian di Momen Pilkada, Ini Tuntutannya

Radar Digital • Jumat, 15 November 2024 | 16:38 WIB
SAMPAIKAN TUNTUTAN: Massa aksi Masyarakat Bela Kiai melakukan demonstrasi di depan Kantor DPRD Jember, kemarin (14/11). Mereka melakukan pembelaan atas dugaan ujaran kebencian dan fitnah
SAMPAIKAN TUNTUTAN: Massa aksi Masyarakat Bela Kiai melakukan demonstrasi di depan Kantor DPRD Jember, kemarin (14/11). Mereka melakukan pembelaan atas dugaan ujaran kebencian dan fitnah

Perkarakan Ujaran Kebencian

SUMBERSARI, Radar Jember – Puluhan massa yang mengatasnamakan Masyarakat Bela Kiai melakukan aksi di depan Kantor DPRD Jember, kemarin (14/11). Mereka datang atas dasar membela calon wakil bupati Jember nomor urut 1, MB Firjaun, yang diduga telah difitnah oleh kompetitornya.

Mereka juga mendatangi Polres Jember terkait dugaan ujaran kebencian dan hasutan yang mengarah pada calon wakil bupati Jember nomor urut 1, MB Firjaun Barlaman. Hariyanto, koordinator lapangan (korlap) aksi yang juga sekretaris tim pemenangan Hendy-Firjaun, mengatakan, pihaknya tidak terima akan tudingan PKI yang seolah ditujukan kepada Gus Firjaun dan mengganti namanya menjadi Firaun. Menurutnya, itu merupakan penistaan kepada seorang kiai dan pencemaran nama baik. “Kami tidak terima, kami ingin pansus bisa proaktif dan berjalan sesuai tugasnya,” tegasnya.

Pihaknya juga membawa beberapa advokat dan lantas mendatangi Polres Jember untuk menyampaikan laporan resmi terkait dugaan ujaran kebencian serta hasutan yang disebarkan oleh seorang oknum melalui grup Whatsapp mengenai penyebutan Firaun. “Kami meminta sebelum 23 November ada jawaban, keputusan, dan sikap yang jelas agar menuju masa tenang masyarakat Jember tenang menghadapi pilkada,” kata politisi PDIP itu.

Sementara itu, Ketua Pansus Pilkada DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menyampaikan, pihaknya akan melakukan rapat dan diskusi internal terlebih dahulu untuk menyikapi tuntutan tersebut. “Kami rapat internal dulu, kami akan berkonsultasi ini kepada pimpinan DPRD,” jelas politisi dari Partai Gerindra itu.

Terpisah, Wakapolres Jember Kompol Jimmy Hasiholan menuturkan, pihaknya belum bisa mengatakan banyak hal dan akan meneruskan laporan tersebut kepada kapolres yang masih berdinas luar. Dia juga mempersilakan massa yang ingin membuat laporan ke SPKT. “Kami terima laporannya dan kami laporkan ke pimpinan. Secepatnya akan kami tindak lanjuti,” terangnya. (sil/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#Jember