SUMBERSARI, Radar Jember – Isu tentang minimnya pengetahuan anak muda tentang seni budaya Jember menjadi pertanyaan yang dilontarkan mahasiswa Universitas Jember (Unej) kepada calon bupati Jember nomor urut 1 Hendy Siswanto, kemarin (3/11).
Dalam dialog bertemakan “Cendikiawan 2.0” yang digelar BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) tersebut, Hendy Siswanto juga teringat pada saat pandemi Covid-19, karena pelaku seni budaya di Jember ini lumpuh.
Penyampaian Hendy Siswanto diawali dengan awal masa menjabatnya menjadi Bupati Jember bersama Wakil Bupati Jember Gus Firjaun. Hal tersebut tentu diingat olehnya, karena kondisi Jember pada saat itu dilanda pandemi Covid-19. “Hampir seribu orang meninggal dunia dalam sebulan selama 1,5 tahun,” ungkapnya.
Pada sesi tanya jawab, Septian Aditya Pratama, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unej, menyampaikan pertanyaan tentang kondisi anak muda sekarang yang tidak mengetahui seni dan budaya Jember. Bahkan, hanya mengetahui JFC. Selain itu, menanyakan tentang gagasan Hendy Siswanto untuk mewadahi kreativitas Gen Z.
Pertanyaan tersebut kembali mengingatkan Hendy saat pandemi. “Saat pandemi Covid-19, pelaku seni budaya ini lumpuh. Tidak ada kegiatan, tidak ada pertunjukan,” ungkapnya.
Melihat hal tersebut, pihaknya yang baru menjabat sebagai bupati mengeluarkan instruksi setiap kegiatan pemerintah harus menampilkan kegiatan seni budaya.
“Harus ditampilkan sebelum melakukan rapat. Agar ekonomi pelaku budaya ini hidup. Ini bukti bahwa kami cinta Jember,” paparnya.
Hendy menjelaskan, budaya itu wajib dilestarikan. Selain itu. yang harus dipikirkan, apakah seni budaya itu berdampak pada lingkungan.
Oleh karena, pihaknya kala menjabat sebagai bupati memerintahkan jajarannya untuk membuat event se-Kabupaten Jember. Acara yang digelar secara outdoor tersebut juga melibatkan seni budaya, kearifan lokal, hingga UMKM.
“Pada 2020 Pemkab Jember ini dapat duit dari pemerintah pusat. Rp 55 M, di antaranya Rp 10 M untuk ekonomi kreatif dan Rp 45 M untuk infrastruktur,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga membentuk Dewan Kesenian Jember. Walau sudah banyak hal yang ditangani tentang seni dan budaya, Hendy mengaku belum semua tertangani. “Belum maksimal, karena kami (Hendy dan Gus Firjaun, Red) nyaris 2 tahun bekerja,” paparnya.
Mengenai Gen Z, Hendy memaparkan banyak Gen Z ini berkegiatan dengan gadget-nya. Termasuk mendapatkan pendapatan dari gadget. Hal itu tentu bagus, tapi untuk jangka panjangnya tidak bagus.
Oleh karena itu, pihaknya punya gagasan seluruh OPD menyediakan tempat magang untuk Gen Z. Apa passion Gen Z dalam membangun Jember, itu bisa tersampaikan dengan baik.
“Para influencer atau anak-anak yang suka main HP untuk membentuk kelompok dan mendapatkan pendapatan, bisa menjadi reseller untuk seluruh produk Jember. Bisa jadi reseller kafe, pariwisata, dan lainnya. Bisa dapat pendapatan dan pengalaman yang luar biasa. Ini yang belum kami bentuk,” terangnya.
Ketua BEM FISIP Unej Gunawan Wibisana menjelaskan, Cendikiawan 2.0 memiliki tiga tujuan utama.
Salah satunya memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk bisa duduk bersama dengan calon pemimpin Jember selama lima tahun mendatang.
Serta memberikan edukasi politik terkait pemilihan umum. Apalagi jumlah pemilih di Jember saat ini rata-rata usia muda.
Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk menjaring masukan dari mahasiswa untuk cabup/cawabup di Jember.
Sesuai dengan jurusan atau keahlian masing-masing. Masukan tersebut menurut Gunawan dapat dijadikan sebagai bahan dalam menentukan kebijakan dalam waktu mendatang.
“Secara kelembagaan, kami mengemas acara ini ke dalam forum ilmiah,” katanya.
Kedua paslon, lanjut Gunawan, sudah dilayangkan undangan terbuka.
Namun, tiga hari sebelum acara dilaksanakan, paslon nomor urut 2 Gus Fawait-Djoko menyatakan mereka tidak bisa hadir karena bersamaan dengan agenda lain yang dilakukan dalam waktu yang sama.
“Ada konfirmasi ketidakhadiran dari paslon 2, kami sangat menghormati keputusan itu,” tuturnya.
Hal tersebut membuat Cendikiawan 2.0 hanya dihadiri oleh Hendy Siswanto, paslon nomor urut 01 yang berpasangan dengan Gus Firjaun, sapaan akrab MB Firjaun Barlaman.
Dalam forum itu, Hendy juga menjawab pertanyaan yang sudah disediakan oleh panitia.
Ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, Hendy Siswanto menyampaikan, menghadiri undangan mahasiswa merupakan salah satu bentuk kewajiban bagi dirinya.
Kritik, saran, dan pertanyaan yang dilontarkan mahasiswa dianggap dapat menjadi masukan untuk melengkapi kekurangannya.
“Kemudian, yang paling penting, mereka (mahasiswa, Red) adalah yang akan menggantikan kita yang ada di pemerintahan saat ini,” tegasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital