SUMBERSARI, Radar Jember - Laporan kubu cabup nomor 2 Muhammad Fawait terkait dugaan pelanggaran pilkada yang dilakukan cabup nomor 1 Hendy Siswanto terkait aktivitas salat Subuh di Masjid Baiturrahman, Perum Taman Gading, Jember, telah diputuskan. Bawaslu Jember menyatakan aktivitas salat Subuh yang dilakukan Hendy Siswanto bukan pelanggaran.
Anggota Bawaslu Jember Devi Aulia Rahim menegaskan, setelah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye petahana itu, Bawaslu telah melakukan kajian dan pendalaman. Hasilnya, tidak ada bukti-bukti yang cukup menguatkan bahwa petahana berkampanye di masjid. "Kami sudah melakukan prosedur penanganan pelanggaran sesuai peraturan Bawaslu, dan juga sudah dibahas di Sentra Gakkumdu. Mulai pembahasan pertama dan pembahasan kedua itu tidak terpenuhi unsur kampanyenya, dan tidak terpenuhi unsur pidananya," ungkapnya.
Penanganan dugaan pelanggaran kampanye itu dibahas melalui Sentra Gakkumdu, yang terdiri atas unsur Bawaslu, kepolisian, dan jaksa atau kejaksaan. Meski telah dilakukan pembahasan sebanyak dua kali, hasilnya, kata Devi, tetap sama-sama mengerucut bahwa tidak ada yang dilanggar dalam giat cabup petahana tersebut. "Rapat Gakkumdu itu di hari Kamis malam Jumat kemarin, dan ketiga-tiganya berpendapat sama (tidak ada pidana pelanggaran, Red)," imbuh Komisioner Bawaslu yang membidangi Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin itu.
Sebelumnya, Hendy melakukan giat safari Subuh berjamaah, di Masjid Baiturrahman, Perum Taman Gading, Jember, pekan lalu (1/10). Saat itu, ia menunggangi mobilnya yang telah di-branding dan diparkir di area parkir masjid. Seusai dari giat itu, beberapa hari kemudian kubu tim paslon nomor 2 melaporkan Hendy dengan dugaan melakukan kampanye di masjid.
Bawaslu kemudian sigap menindaklanjuti laporan itu, dengan memanggil Hendy ke Kantor Bawaslu Jember, belum lama ini. Kepada wartawan, Hendy mengaku kegiatannya dalam safari Subuh itu murni rutinitasnya sejak dua tahun terakhir. Bukan karena kampanye. "Kalau masjid dibuat kampanye, itu sama saja menistakan masjid. Dosa besar Pak Hendy kalau kampanye di masjid. Masjid lebih unggul daripada pilkada ini," ungkap Hendy. (mau/c2/nur)
Editor : Radar Digital