SUMBERSARI, Radar Jember - Bupati Jember Hendy Siswanto kembali meneruskan langkah politiknya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.
Setelah meminang PDIP, Senin (22/4), Hendy juga mengambil formulir pendaftaran ke kantor DPC PKB, kemarin (24/4).
PKB juga menjadi incaran Hendy sebagai kendaraan pengusung bakal calon bupati (Bacabup) Jember untuk periode kedua.
Dikatakan, kedatangannya ke PKB karena partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu sudah membuka pendaftaran.
"Kami hadir hari ini dalam rangka undangan pengumuman bahwa PKB membuka pendaftaran calon bupati untuk Pilkada 2024-2029," kata Hendy, seusai mengurus pendaftaran di Kantor DPC PKB Jember, Rabu (24/5).
Seperti biasa, Hendy datang ke DPC PKB Jember membawa rombongan dan timnya. Dia juga ditemui langsung oleh tim penjaringan atau desk Pilkada PKB, pengurus DPC, legislator PKB, dan beberapa pimpinan DPC.
Hendy mengaku kedatangannya ke PKB mengingatkannya ketika masih meminta rekomendasi kala pencalonannya di Pilkada 2020.
Meski telah mencoba meminang PKB, saat itu rekom jatuh bukan kepadanya.
"Tahun 2020 lalu saya berusaha keras ke PKB. Kalau Tahun 2020 lalu tidak diusung itu bukan berarti tidak diterima, itu belum saja. Kalau sekarang wis wayahe PKB memberikan rekomendasi kepada kami. Insya Allah Saya akan mengikuti semua apa yang dipersyaratkan untuk mendapatkan rekomendasi dari PKB ini," kata Hendy.
Meski PKB dan PDIP merupakan parpol non pengusung Hendy dan KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, namun dirinya lebih mendahulukan daftar ke PDIP dan PKB.
Sementara, parpol pengusung petahana Hendy-Firjaun tahun 2020, belum didatangi karena belum semua partai membuka pendaftaran. Seperti Partai Nasdem, PKS, PPP, Demokrat, dan Gerindra.
Hendy hanya menegaskan dalam pencalonannya kali ini, dia ingin direkom oleh semua parpol.
"Semua, semua parpol ingin kami dapatkan rekomendasinya ke saya" imbuh pria yang merupakan Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Jawa Timur (Korwil Apkasi Jatim) tersebut.
Hendy juga mengungkapkan, selama 3 tahun 2 bulan kepemimpinannya bersama Gus Firjaun, Hendy merasa efektif memimpin Jember dua tahun karena disebutnya terpotong dengan urusan Covid -19, selama setahun lebih.
Sejak awal hingga kini, PKB dinilai Hendy banyak memberikan kritik dan saran atau masukan. Baik sebagai parpol non pengusung maupun melalui legislatifnya yang duduk di DPRD Jember.
Dia juga menyebut beberapa kritik dari PKB yang perlahan mulai direalisasikan.
Seperti angka kemiskinan saat awal menjabat di posisi kedua se-Jawa Timur, kini sudah di nomor 18 Jatim. Kemudian angka pengangguran dari awal menjabat mencapai 86 ribuan jiwa kini ditekan hingga 56 ribuan jiwa.
Termasuk diantaranya soal insentif guru ngaji, yang merupakan program yang seringkali diutarakan PKB kepada Bupati, yang disebut Hendy akan ditingkatkan jumlah dan nilainya hingga 100 persen.
"Dengan kurun waktu dua tahun ini saja, ini suatu capaian yang bisa diteruskan, dan ini semua merupakan bagian dari kontrol temen-temen PKB. Bisa dicek langsung ke anggota dewan saat ini. Karena itu, terus kami siap untuk dikritisi dan diberikan masukan, Insyaallah kami siap untuk melakukan sesuai dengan saran-saran teman-teman dewan juga," imbuh Hendy.
Kedatangan Hendy mendaftar ke PKB juga ditemui langsung oleh Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi. Menurut Ayub, langkah Hendy mengawali pendaftaran sebagai kontestan di Pilkada melalui PKB merupakan awal yang sudah cukup baik.
"Ini masih pertama, mungkin mengambil hari baik, pasti nanti ada yang kedua, dan calon berikutnya," katanya.
Ayub juga menyebut beberapa program yang disuarakan oleh PKB maupun legislator PKB di Dewan, juga terealisasi cukup bagus. Termasuk diantaranya tentang insentif guru ngaji.
Namun hal demikian bukan jaminan PKB seketika mengeluarkan rekomendasi untuk Hendy.
Ayub menegaskan bahwa ada mekanisme di internal PKB yang harus dilalui oleh semua/setiap kandidat calon bupati/wakil bupati yang akan diusung oleh PKB.
"Semua bisa menjadi pertimbangan. Hari ini kita mendengar apa yang disampaikan pak Hendy, besok ada calon lainnya yang mungkin menyampaikan serupa. Makanya nanti akan kita uji dihadapan seluruh masyarakat Jember, bagaimana visi-misinya, bisa betul-betul bekerja untuk masyarakat, hingga nanti melalui proses UKK dihadapan DPP PKB," pungkas Ayub. (mau/nur)
Editor : Radar Digital