PATRANG, Radar Jember - Bupati Jember Hendy Siswanto mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon bupati (Bacawabup) Jember yang akan diusung melalui PDI Perjuangan, di Kantor DPC PDIP Kabupaten Jember, Senin petang (22/4).
Saat itu Hendy datang bersama istrinya, Kasih Fajarini, serta membawa rombongan yang terdiri dari tim pemenangan, kolega dan keluarga besarnya.
Langkah politik Bupati Hendy ini sebagai upaya untuk mendapatkan rekomendasi dari PDIP dalam menyambut Pilkada serentak di Kabupaten Jember yang tahapannya bakal dimulai pada awal Mei 2024 nanti.
Di hadapan para tim penjaringan, kader dan anggota PDIP saat itu, Bupati Hendy menegaskan maksud kedatangannya. Dia ingin direstui dan direkom oleh PDIP agar bisa melanjutkan kepemimpinannya untuk dua periode, sebagai Bupati Jember Periode 2024-2029.
Menurut Hendy, PDIP merupakan parpol besar yang berpengalaman dalam setiap kontestasi politik.
Hendy merasa banyak belajar tentang politik dari para petinggi PDIP karena saat Pilkada 2020 lalu, dia juga mendaftarkan diri ke PDIP.
Meski pada akhirnya PDIP merekomendasikan kandidat lain.
"Saat Pilkada 2020 kami masih belum berjodoh, namun saat itu kami diajari bagaimana berpolitik itu. Dan di kesempatan ini kami juga sama, begitu ada kesempatan, saya ingin mendaftar yang pertama kali, datang sendiri. Dan besok ketika pengembalian formulir juga saya akan datang sendiri," kata Hendy, kepada wartawan.
Hendy juga menyampaikan alasannya hendak maju untuk periode keduanya.
Menurut dia, selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati KH M Balya Firjaun Barlaman, Jember sudah cukup bagus.
Hanya saja Hendy merasa ada beberapa janji yang diprogram untuk lima tahun kurang terealisasi karena masa jabatannya yang hanya 3 tahun 2 bulan.
"Tentunya tidak terlalu sulit untuk menilai hasil kinerja kami selama ini. Saya baru 3 tahun 2 bulan menjadi bupati, dan saya sudah berjanji melalui program itu masih belum selesai, karena janji itu untuk lima tahun. Dan setelah dari PDIP ini, seluruh partai mau kami daftar semua, karena kami juga ingin direkom semua partai," imbuh Hendy.
Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Bakal Cabup-cawabup PDIP Jember Edy Cahyo Purnomo mengatakan, masa Penjaringan yang dilakukan oleh DPC akan berlangsung hingga 6 Mei 2024 mendatang.
Setelah itu dilakukan mekanisme dan berlanjut ke tahap berikutnya.
Menurut Ipung, sapaan akrab Edy Cahyo, Tim penjaringan yang dibentuk di tingkat DPC memiliki kewenangan sebatas melakukan penjaringan.
Sehingga PDIP sangat terbuka untuk siapapun yang akan mencalonkan sebagai bupati dari PDIP.
Termasuk oleh Petahana Bupati Hendy.
"Kewenangan kami melakukan penjaringan, kemudian di DPD PDIP Jawa Timur nanti akan melakukan penyaringan. Sampai nanti di tingkat DPP PDIP yang akan melahirkan rekomendasi, jadi keseluruhan proses ini masih panjang," kata Ipung.
Dia menambahkan, sejak dibukanya hari pertama pendaftaran Bacabup-Bacawabup melalui DPC PDIP Jember Senin (22/4), baru dua figur yang telah mengambil formulir.
Diantaranya Nanang Handono Prasetyo, yang dikuasakan melalui Badrudin Zamroni, dan Bupati Hendy yang langsung datang sendiri.
Di waktu bersamaan, juga ada perwakilan dari Muhammad Fawait, namun sebatas bertanya kelengkapan berkas-berkas yang dibutuhkan.
"Selain itu, sejauh ini kami belum menerima konfirmasi lagi dari para figur/kandidat yang akan datang mengambil formulir ke PDIP, ditunggu saja," pungkas Ipung. (mau)
Editor : Radar Digital