Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Golkar Buka Peluang untuk Petahana maupun Penantang Baru, Buru Kandidat Calon Bupati Jember, Siapa Dia?

Radar Digital • Selasa, 26 Maret 2024 | 21:30 WIB
BUKA SUARA: Karimullah Dahrujiadi saat memberikan keterangan di Kantor DPD Partai Golkar Jember, belum lama ini. (MAULANA/RADAR JEMBER)
BUKA SUARA: Karimullah Dahrujiadi saat memberikan keterangan di Kantor DPD Partai Golkar Jember, belum lama ini. (MAULANA/RADAR JEMBER)

SUMBERSARI, Radar Jember - Raihan mentereng 6 (enam) kursi yang didapatkan Partai Golkar Kabupaten Jember pada Pemilu 2024 ini membuat Golkar semakin pede menatap pemilihan kepala daerah (pilkada) atau Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember Tahun 2024 ini.

Kepercayaan diri Golkar ini cukup beralasan. Mengingat pada pemilu 2019 lalu Golkar hanya mampu mendudukkan dua orang kadernya di parlemen DPRD Jember.

Sementara di Pemilu 2024 ini seketika mampu merebut 6 kursi, dengan meraup lebih dari 126 ribu suara.

"Tentu perolehan suara ini menjadi semangat dan motivasi kami untuk terus mengambil langkah-langkah strategis. Setelah sukses pilpres, sukses pemilu, dan tentunya sukses pilkada nantinya," kata Karimullah Dahrujiadi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jember.

Karim menyatakan, mesin Partai Golkar hari ini sedang dalam kondisi prima untuk dapat mengarungi Pilkada Jember.

Dia berkeinginan partai berlambang pohon beringin ini tak sekedar menjadi penonton di pilkada/pilbup, namun menjadi pengusung atau pendukung.

Di internal Golkar, kata Karim, ada mekanisme pengusungan figur/kandidat calon.

Baik terlahir dari kader sendiri maupun tokoh lain, dengan tetap menjalin komunikasi lintas parpol, tokoh, serta dengan kandidat calon bupati lainnya.

Hingga memasuki proses dan tahapan akhir, yakni menyampaikan ke DPP Golkar.

"Tentu mekanisme yang dimaksud itu kami akan mencari, mengomunikasikan, dan mengusulkan. Kemudian, kami laporkan ke DPD Golkar Jawa Timur dan ditindaklanjuti ke DPP, dan seperti apa keputusan dari DPP nanti, kami sami'na waato'na," jelas Karim.

Saat ditanya mengenai sosok/figur atau kandidat yang bakal diusung Golkar, Karim enggan mengutarakan lebih gamblang. Meski belakangan ini banyak meme-meme yang bertebaran dengan gambar memasangkan sosok Karimullah Dahrujiadi dengan beberapa nama atau tokoh. Mulai dari unsur politisi, artis, hingga pengusaha.

Karim hanya menyebut kemunculan meme tentang dirinya bersama tokoh tertentu di Jember itu bagian dari safari Ramadan dan safari politik. Kemungkinan itu bisa terjadi bersama figur siapa pun, termasuk bersama petahana, Bupati Jember Hendy Siswanto.

"Itu biasa lah, safari Ramadan, komunikasi politik. Tidak menutup kemungkinan saya bisa berfoto bareng Dewi Persik, sama Anang Hermansyah, atau sama Bupati Pak Hendy, dan saya pikir itu sah-sah saja," kata pria yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Golkar ini.

Meski tak menyebutkan detail kandidat calon yang bakal diusung Golkar, namun Golkar tetap membuka diri perihal peluang berkoalisi. Karim juga memprediksi, peluang koalisi Golkar di pilpres bisa saja ditarik ke Pilkada Jember atau justru petanya berubah.

"Ada beberapa keinginan kuat, ada linieritas antara pilpres dan pilkada. Meski itu bisa, tapi tergantung komunikasi dengan partai lainnya, karena masing-masing daerah tidak sama, pola, pendekatan, dan kondisi dinamika politiknya juga tidak sama," imbuhnya.

Sebagaimana ketentuan ambang batas pencalonan kepala daerah, seorang kepala daerah dapat diusung jika memperoleh minimal 20 persen dukungan suara parlemen, atau dikonversi 10 kursi DPRD.

Dengan posisi Partai Golkar Jember hari ini yang memperoleh 6 kursi, jelas Golkar butuh tambahan 4 kursi untuk bisa mengusung calon. Artinya, jelas Golkar harus berkoalisi dengan parpol lain demi memperoleh tiket pengusungan calon tersebut.

Untuk diketahui, pada Pilkada Jember tahun 2020, Golkar menjadi pengusung paslon Abdus Salam dan Ifan Ariadna Wijaya (Salam-Ifan) bersama PDIP, PKB, PAN, Perindo, dan Partai Berkarya.

Namun, saat itu hanya mampu memperoleh 232.648 suara (22,13 persen). Kalah jauh dengan Paslon Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian) sebagai runner-up dengan 328.729 suara atau 31,27 persen. Paslon Hendy-Firjaun saat itu unggul telak sekaligus menjadi pemenang dengan memperoleh 489.794 suara (46,60 persen). (mau/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Bupati Jember