Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Ada Cadangan, KPU Jember Akan Lakukan PAW KPPS

Radar Digital • Selasa, 30 Januari 2024 | 22:00 WIB
"Kami secepatnya akan melakukan PAW, apakah ada cadangan atau tidak. Kalau tidak ada, kami melakukan penunjukan."  ANDI WASIS  Komisioner KPU Jember
"Kami secepatnya akan melakukan PAW, apakah ada cadangan atau tidak. Kalau tidak ada, kami melakukan penunjukan." ANDI WASIS Komisioner KPU Jember

SILO, Radar Jember - KPU Kabupaten Jember segera melakukan penggantian terhadap mendiang M. Hafifi, 28, salah satu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) asal Desa Pace, Kecamatan Silo. Hafifi meninggal dunia usai melompat ke dalam sumur, Kamis (25/1) lalu.

Komisioner KPU Jember Andi Wasis mengaku terkejut mendengar kabar tersebut. Demi memastikan komposisi KPPS tetap utuh, pihaknya segera mencarikan pengganti melalui mekanisme penggantian antarwaktu (PAW). "Kami secepatnya akan melakukan PAW, apakah ada cadangan atau tidak. Kalau tidak ada, akan kami lakukan penunjukan," kata komisioner yang membawahi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilihan dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Jember itu.

Menurut dia, mekanisme PAW dilakukan melalui rapat pleno dari panitia pemungutan suara (PPS), serta diketahui oleh pengawas pemilu tingkat desa/kelurahan. "Harus sepengetahuan pengawas desa/kelurahan, dan dilakukan melalui rapat pleno PPS," urainya.

Pihaknya juga meminta agar KPPS dan unsur ad hoc lainnya senantiasa menjaga kesehatan jiwa dan raga demi menyukseskan Pemilu 2024 yang tinggal hitungan hari, hingga memasuki masa pencoblosan pada 14 Februari 2024. "Pemungutan suara kurang 17 hari lagi. Jadi, kami minta kepada teman-teman ad hoc untuk jaga kesehatan," pintanya. (mau/c2/dwi)

 

Sebelumnya dikabarkan, M. Hafifi, 28, warga Dusun Sukmoilang, RT 003/RW 018, Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember, dikabarkan bunuh diri dengan cara melompat ke dalam sumur sedalam sekitar 30 meter, Kamis petang (25/1) lalu.

 

Kapolsek Silo AKP M. Na'i menyebut, perbuatan nekat korban diduga karena depresi. Sebab, korban sering mengeluh sakit kepala akibat ada bisul. Korban juga mengaku kangen/rindu kepada almarhum ayahnya yang meninggal beberapa tahun lalu. “Korban ini memang baru pulang setelah dilantik menjadi anggota KPPS di Desa Pace. Bahkan korban terakhir ini sering berpamitan kepada keluarganya dan menyampaikan pesan,” kata Kapolsek Silo. (mau/c2)

Editor : Radar Digital
#paw #PPS