TEGAL GEDE, Radar Jember - Puluhan kader Gerakan Pemuda Ansor serta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Cabang Jember menggeruduk Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Jember, Jumat (11/8). Gara-garanya, ada bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari PKS yang mencatut logo Nahdlatul Ulama (NU) untuk kepentingan kampanye.
Massa dari Ansor/Banser langsung mendatangi Kantor PKS yang berlokasi di Jalan Danau Toba nomor 48, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari. Dalam aksinya mereka juga membawa surat tuntutan berisi dua hal penting.
Pertama, PKS dituntut agar tidak menggunakan logo NU atau simbol NU lainnya untuk kepentingan kampanye. Sedangkan yang kedua, menuntut agar PKS mencopot seluruh alat peraga kampanye (APK) yang menggunakan logo NU, baik dalam bentuk fisik maupun secara daring. Surat tuntutan itu langsung diteken Ketua GP Ansor Jember Izzul Ashlah dan Kepala Banser Jember Muhammad Ainul Yakin.
Ketua GP Ansor Jember Izzul Ashlah mengatakan, aksi itu dilatarbelakangi adanya keresahan yang dirasakan para ulama, kiai, pengurus NU, dan warga nahdliyin di Jember. "Karena itu, kami bertabayun ke DPD PKS Jember meminta dan menuntut agar tidak lagi menggunakan logo atau simbol NU untuk kepentingan kampanye," kata Izzul, seusai memimpin aksi, Jumat (11/8).
Selain itu, pihaknya juga meminta DPD PKS beserta para bacalegnya mencopot atau menghapus penggunaan logo dan simbol NU di semua alat peraga kampanye milik PKS dan para bacalegnya. Tuntutan itu kemudian direspons langsung oleh beberapa petinggi PKS Jember yang menemui peserta aksi saat itu. Mereka kemudian teken kesepakatan bersama.
"Tadi beliaunya sudah sepakat menjalankan pernyataannya. Kalau tidak, berarti kesepakatan batal. Dan kami akan bertindak langsung, mencopot baliho yang ada simbol NU-nya tersebut," imbuhnya. Pihaknya juga mengaku telah menginventarisasi sejumlah baliho bacaleg PKS yang menggunakan simbol NU. Di antaranya berlokasi di salah satu kecamatan di dapil 2, tepatnya di Ajung. Kemudian, ada juga di Sukowono dan Jelbuk.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Jember Sudiyanto merespons santai tuntutan para peserta aksi perihal pencatutan logo NU itu. Menurutnya, selama mengikuti kontestasi pemilu sejak Pemilu 1999 sampai menjelang Pemilu 2024, PKS Jember dinilainya tidak pernah menggunakan logo atau simbol ormas untuk kepentingan kampanye. Baik skala nasional maupun daerah. "Jadi, kami menegaskan, apa yang menjadi tuntutan teman-teman GP Ansor itu sepakat 100 persen. Karena ormas memang seharusnya tidak mencerminkan parpol mana pun," ungkap Sudiyanto.
Meski begitu, dia tak menepis adanya fakta bahwa ada kemungkinan bacaleg PKS Jember yang maju sebagai bacaleg dengan latarbelakang warga NU. Namun demikian, pihaknya berencana akan mengklarifikasi kepada para bacaleg PKS yang menggunakan simbol NU tersebut, sebagaimana yang dilaporkan GP Ansor Jember. "Kami akan mengklarifikasi dan memanggil beliau-beliau, untuk diberikan arahan agar mencopot simbol dan logo NU yang dipasangnya," pungkasnya.
Aksi berlangsung damai dan para peserta ditemui langsung oleh beberapa pengurus DPD PKS Jember. Setelah kedua belah pihak bersepakat, aksi pun ditutup dengan penandatanganan kesepakatan dan berakhir damai. (mau/c2/nur)
Editor : Safitri