JEMBER, RADARJEMBER.ID - Bursa pencalegan pada Pemilu 2024 mendatang banyak diwarnai oleh berbagai masyarakat dari latar belakang yang berbeda-beda. Tak hanya kalangan usia dewasa, mereka yang menyebut representasi kaum milenial atau pemuda juga tak ingin ketinggalan untuk menjagokan diri dalam kontestasi lima tahunan nanti.
Seperti yang dilakukan oleh Abdul Rohim, warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Jember. Meski usianya baru beranjak 21 tahun, ia mengaku telah siap melakoni kontestasi pemilu, bertarung dengan ratusan politisi senior untuk memperebutkan 1 kursi di DPRD Jember.
Untuk mewujudkan keinginannya itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jember dipilihnya sebagai kendaraan pencalegan. "Saya maju pencalegan ini karena murni keinginan saya pribadi, dan juga telah direstui orang tua," katanya kepada awak media, saat ditemui bersama Rombongan DPC PKS Jember kala mendaftarkan bacalegnya ke KPU Jember, Mei 2023 lalu.
Rohim mengaku ada hal yang mendasari keinginannya maju nyaleg melalui PKS. Pemuda kelahiran 1 Juli 2002 itu berpandangan bahwa ada beberapa sektor strategis di masyarakat yang dianggapnya perlu terus diperhatikan.
Salah satunya infrastruktur jalan. "Jalan itu hal utama. Misalnya jalan-jalan rusak yang harus dibenahi, itu banyak menjadi keluhan masyarakat," kata dia.
Meski secara pengalaman berpolitik masih minim, alumnus SMA 1 Jenggawah itu optimistis bisa mewakili suara pemuda atau milenial. Terlebih, ia juga mengaku telah memiliki bekal dan persiapan untuk memuluskan rencananya naik ke Parlemen Jember.
Termasuk kebutuhan finansial. "Sejak awal motivasi saya ingin menampung dan melaksanakan aspirasi masyarakat, agar keluhan-keluhan masyarakat terjawab," harapnya. (mau/c2/nur)
Editor : Safitri