BACA JUGA : Cantumkan Nama Jember dalam Kemasan Produk
Ketua KPU Jember M Syai'in mengatakan, selama proses seleksi tertulis ini, pihaknya memberikan pengawalan yang ketat bagi peserta. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi adanya kecurangan saat mengerjakan soal. Bahkan, dia menjamin tes CAT kali ini tidak ada kecurangan. "Saya pastikan aman tidak ada kecurangan," katanya.
Komisioner KPU Jember Andi Wasis menjelaskan, pelaksanaan CAT calon anggota PPK tersebut dilakukan selama dua hari. Dari tanggal 6 sampai 7 Desember. Proses seleksi ini dibagi menjadi tiga sesi, dari pagi hingga sore. Setiap sesi dibagi menjadi tiga kelas sesuai kecamatan. Proses CAT itu akan menyeleksi sebanyak 612 calon peserta PPK sampai akhirnya terpilih sebanyak 155 peserta. Hal ini sesuai dengan kebutuhan KPU Jember yang mematok lima orang setiap kecamatan dari 31 kecamatan di Jember.
Dalam seleksi kali ini, para peserta fokus kepada uji pemahaman tentang kebangsaan dan Pancasila, serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). "Hari pertama dibuat tiga sesi, dimulai dari jam 08.30 di Fakultas Ekonomi. Lalu dilanjut jam 10.30, dan jam 18.30," jelasnya.
Selama proses pelaksanaan seleksi tertulis, para peserta dijaga ketat oleh panitia. Sebelum masuk ruangan, semua peserta dipastikan steril. Tidak boleh ada barang yang dibawa ke ruangan kecuali alat tulis. Menurut Andi, hal ini demi mengantisipasi adanya kecurangan saat mengerjakan ujian seleksi tertulis. "Kami jaga ketat proses seleksi, hal ini demi mengantisipasi adanya kecurangan," tandasnya.
Andi juga menjamin tidak akan ada kecurangan saat proses seleksi tersebut. Sebab, semua peserta dinilai sudah steril saat memasuki ruangan ujian. Bahkan, arahan itu juga telah disampaikan pada peserta yang akan melaksanakan ujian. "Kami yakin tidak ada kecurangan, karena sudah kami antisipasi semua," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Sementara, kata Andi, untuk nilai hasil CAT calon peserta tidak langsung keluar. Nilai itu akan masuk ke komisioner KPU untuk ditentukan siapa saja peserta yang akan lolos ke tahap berikutnya. "Untuk nilai memang tidak kami keluarkan dulu, itu hanya komisioner KPU yang bisa melihatnya," jelasnya.
Sementara itu, Nur Ghifar Alfarizi, salah seorang peserta mengaku proses seleksi tertulis PPK yang diikuti dijaga ketat. Selama proses seleksi, semua alat komunikasi dan barang barang lainnya dikumpulkan kepada panitia. Bahkan, saat mengerjakan ujian itu, peserta tidak dilarang untuk berbicara dengan sesama peserta. "Dijaga ketat tadi, peserta juga tidak boleh komunikasi dengan sesama," pungkasnya. (mun/nur) Editor : Safitri