Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diduga Curang, Calon Seleksi Kasun Minta Penilaian Ulang

Safitri • Sabtu, 12 November 2022 | 19:50 WIB
ilustrasi
ilustrasi
GLUNDENGAN, Radar Jember - Proses pemilihan kasun di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, sudah digelar Kamis (10/11) lalu. Proses seleksi berjalan sesuai tata tertib dan peraturan. Namun, setelah hasil penilaian keluar, ditengarai adanya kekeliruan. Hal itu membuat beberapa calon kepala kasun (cakasun) protes dan meminta transparansi hasil.

BACA JUGA : Sejak Kamis, Sebagian Pelari Borobudur Marathon 2022 Tiba di Magelang

Salah satu peserta seleksi calon kepala dusun, Muhammad Zainal Arifin, menjelaskan, setelah proses tes berlangsung, setiap hasil berupa angka akan tertuang dalam tabel. Di dalamnya juga memuat rata-rata nilai yang dapat selama ujian berlangsung. "Hasil dokumen itu legal. Sudah tertandatangani pihak musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) dan panitia," jelasnya.

Menurut Zaenal, hasil rata-rata yang keluar tidak sesuai dengan hitungan beberapa calon. Ada beberapa kesalahan dalam proses penilaian. Menurutnya, ada nilai dari peserta yang dinaikkan dan ada yang diturunkan.

Dalam proses ujian, terdapat tiga tes yang harus dilalui. Di antaranya ujian tulis berbasis komputer, wawancara, dan ujian praktik. Nantinya, nilai dari ketiga ujian tersebut akan dibagi tiga, sehingga muncul hasil rata-rata. "Kalau dari hitungan metode sederhana yang kami kuasai, hasil tersebut salah," ujarnya.

Zaenal melanjutkan, dirinya sempat meminta proses penilaian diulang. Namun, hal itu tidak disepakati oleh panitia pelaksana. Sebab, dokumen hasil penilaian tersebut sudah bersifat legal, karena sudah ditandatangani oleh muspika dan ketua panitia. "Saat hasil penilaian keluar, saya sempat meminta proses penilaian diulang, namun ditolak," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Mukantar, panitia pelaksana, tidak banyak yang dia katakan. Dirinya hanya mengakui bahwa pihak panitia masih berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti muspika, panitia, dan para peserta. Saat ditanya perihal apakah ada proses penilaian ulang dari panitia, dirinya enggan menjawab. "Mohon maaf, kami masih koordinasi bersama muspika, panitia, dan para peserta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Glundengan Wawan Erwana menjelaskan, hingga kemarin pihaknya masih merevisi ulang terkait perolehan hasil tersebut. Dirinya mengakui pada saat proses seleksi sempat ada masalah. Hal itu karena proses pemilihan berjalan cukup lama. "Mungkin teman-teman panitia kecapean," ungkapnya.

Wawan melanjutkan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Sebab, dirinya berharap dari hasil seleksi tersebut tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Dirinya berharap situasi tetap kondusif. Jika memang perlu adanya penilaian ulang, dirinya mengaku tidak keberatan. "Kalau memang sepakat penilaian ulang, ya silakan. Siapa pun yang terpilih, saya welcome asalkan itu sesuai hasil," ujarnya.

Di sisi lain, Camat Wuluhan Andri Purnomo membenarkan bahwa proses seleksi kepala dusun di Desa Glundengan mengalami kendala. Kejadian tersebut membuat pihak muspika segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah tersebut. "Pihak muspika mendorong untuk segera menyelesaikan permasalahan ini," jelasnya. (mg5/c2/bud) Editor : Safitri
#Jember #pemilu