Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Skor Tak Diumumkan, Rekrutmen Panwascam di Jember Dinilai Tidak Fair

Safitri • Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:29 WIB
ilustrasi (Dok Radar Jember)
ilustrasi (Dok Radar Jember)
SUMBERSARI, Radar Jember - Bawaslu Jember baru saja merilis pengumuman hasil tes tertulis calon anggota pengawas pemilu kecamatan (panwascam), Rabu (18/10). Sedikitnya ada 186 orang. Perinciannya, 6 orang per kecamatan yang dinyatakan lolos seleksi tes tulis.

BACA JUGA : Stop Penjualan Obat Sirup!

Namun, hasil yang diumumkan itu menuai sejumlah respons dari publik, ketika dirilis melalui laman resmi media sosial Bawaslu Jember. Banyak yang berkomentar bahwa Bawaslu terkesan tidak transparan karena hasil tes tertulis tidak melampirkan nilai atau skor yang didapatkan peserta. "Ini absensi apa hasil seleksi tes? Kok hanya nama tanpa hasil seleksi tes?" tulis akun bernama Larasati Nova di kolom komentar Instagram Bawaslu Jember.

Bahkan ada pula beberapa komentar warganet yang menyebut sistem rekrutmen yang diberlakukan Bawaslu mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu saja dan hanya didasari pada lobi-lobi semata. "Sudah rekoman semua," tulis akun bernama Mas Farobi. "Sudah biasa kalah menang, musuh terberat di Bawaslu itu titipan, kecil tetap dibela, besar pasti tersingkir," sambung akun bernama Darmoriyanto.

Misnanto, peserta rekrutmen panwascam asal Kecamatan Bangsalsari, mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang menyebabkan dirinya dan sejumlah rekannya dinyatakan tidak lolos oleh Bawaslu saat tes tulis kemarin.

Menurut dia, sejak awal pelaksanaan tes tulis berbasis komputer atau computer assisted test (CAT) itu dilakukan secara terbuka dan transparan. Menjadi aneh jika kemudian hasil ataupun perolehan skor masing-masing peserta justru tidak ditampilkan saat pengumuman. "Harusnya semua peserta bisa melihat dan mengetahui. Kalau tidak, berarti memang ada yang ditutup-tutupi," kata Misnanto.

Ia sendiri mengaku, ketika CAT itu telah berhasil menjawab sekitar 50 persen soal-soal yang disediakan. Ia bersama sejumlah calon panwascam lainnya sempat mengobrol panjang lebar dan bercerita mengenai soal-soal yang berhasil mereka jawab serta perolehan nilai mereka, setelah tes tulis. Sehingga banyak dari peserta yang sebenarnya mengetahui perolehan hasil tes tulis masing-masing. "Hasil yang ditampilkan di pengumuman mengapa berbeda? Ada yang nilainya kecil tapi lulus, ada yang besar tapi tidak lulus," gerutunya.

Dengan hasil tersebut, lanjut dia, wajar jika kemudian seleksi panwascam tersebut hanya didasarkan pada lobi-lobi politik sejumlah golongan ataupun kelompok. "Hal-hal semacam itu bukan rahasia umum lagi, harusnya memang politik semacam itu tidak dipakai lagi," sesalnya.

Beberapa peserta keterwakilan antarkecamatan, menurutnya, telah ngluruk ke kantor Bawaslu Jember, siang kemarin. Namun, mereka tidak mendapatkan kejelasan yang diharapkan. Lebih jauh, pria yang berlatarbelakang paralegal itu juga berencana melaporkan Bawaslu Jember ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP RI, bersama sejumlah peserta di tiap kecamatan yang senasib seperti dirinya. "Sementara ini kita ada 8 kecamatan peserta, insyaallah akan bertambah dan kita akan melaporkan kejanggalan ini ke DKPP," tukas Misnanto.

Bantah Rekrutmen Didasari Lobi-Lobi

Hingga petang kemarin, Bawaslu Jember telah menerima 6 aduan dari unsur peserta. Ada dari Kecamatan Balung, Sukowono, dan Kecamatan Kaliwates. Mereka mempertanyakan mengapa pengumuman hasil tes tertulis Bawaslu tidak melampirkan nilai skor peserta.

Namun, pihak Bawaslu mengaku tidak bisa menampilkan itu karena ketentuan dari Bawaslu RI sudah mengatur demikian. "Kami tidak memiliki kewenangan untuk informasi skor itu karena Bawaslu Pusat telah mengamanatkan itu menjadi informasi yang dikecualikan," kata Andhika A Firmansyah, Komisioner Bawaslu Jember.

Andhika juga menyebut, keseluruhan proses tes tulis panwascam itu terekap dalam server Bawaslu Jatim dan terhimpun di Bawaslu Pusat. Sehingga Bawaslu di daerah, termasuk di Jember, dalam hal ini hanya memfasilitasi atau menyelenggarakan. "Jadi, kami hanya menerima hasil tersebut," kata Andhika, yang juga mengetuai Pokja Pembentukan Panwascam Jember.

Pihaknya juga membantah tudingan bahwa rekrutmen itu didasarkan pada lobi-lobi ataupun kesepakatan politik jejaring antarkelompok maupun organisasi. Bahkan ia juga mempersilakan masyarakat yang hendak menagih nilai skor itu, jika memang Bawaslu Jember masih dinilai tidak fair. Caranya, dengan menyurati DKPP RI. "Silakan kalau mau menyampaikan ke DKPP. Dan sampai sekarang pun kami membuka aduan maupun masukan masyarakat hingga memasuki seleksi wawancara nanti," sambungnya.

Sebagai informasi, sejak awal proses seleksi panwascam itu, Bawaslu Jember sedikitnya telah mengantongi total 732 pendaftar. Kemudian, yang dinyatakan lolos administrasi sebanyak 699 orang. Lalu, sebanyak 186 orang di antaranya dinyatakan lolos tes tulis CAT, dengan 6 orang kandidat per kecamatan.

Setelah tahapan seleksi administrasi dan tes tulis itu, berikutnya peserta akan diseleksi lagi pada tahapan wawancara untuk mengerucutkan 3 orang sebagai anggota panwascam per kecamatan. Seleksi lanjutan itu dijadwalkan pada 21–23 Oktober 2022 mendatang di salah hotel yang ada di Jember. (mau/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #panwascam #Bawaslu