“Ditemukannya sekitar pukul 08.30, posisi awalnya tersangkut di bawah jembatan itu, terus dipinggirkan sama warga,” terang Arifien, Kepala Desa Glagahan, Kecamatan Perak.ia menjelaskan, saat ditemukan kondisi Wahyu sudah tak bernyawa.
Korban diketahui telah hanyut sejak pagi. Mayat ini, hanyut ikut arus sungai hingga sampai di Desa Glagahan. “Jadi bukan tenggelam, dia ini hanyut, karena sampai sini sudah meninggal posisinya,” lanju Kades Arifien.
Hingga pukul 09.00, jasad Wahyu masih tampak tergeletak di pinggir sungai. Beberapa saat kemudian, pihak keluarga pun datang ke lokasi dan melakukan identifikasi. Arifien menjelaskan, Wahyu memang pemuda yang tengah mengidap gangguan mental.
“Beliaunya ini berkebutuhan khusus, setiap hari pasti dicari keluarganya kalau keluar rumah,” imbuh dia.Terakhir, Kamis pagi tadi Wahyu kembali keluar rumah tanpa pamit. Keluarganya pun melakukan pencarian, namun ia ditemukan sudah hanyut di sungai dalam kondisi meninggal.
“Dia memang gangguan mental, saya ini tadi pagi kerja terus dikabari kalau cucu saya ditemukan di sungai, saya cek ke sini ternyata benar,” ucap Sutrisno, 65, kakek korban di lokasi kejadian.
Tim Inafis dari Polres Jombang, terlihat mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi.Setelah pemeriksaan sesaat, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil polisi untuk dilakukan pemeriksaan luar dan dimakamkan. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Acmad RW/Jawa Pos Radar Jombang
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jombang Editor : Safitri