AMBULU, Radar Jember - Turunnya harga pupuk subsidi sebesar 20 persen dari harga sebelumnya, menjadi kabar yang cukup membahagiakan untuk para petani di berbagai daerah.
Tak terkecuali bagi petani di Jember.
Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, H Ponimin Tohari, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo, melalui jajarannya, dalam menunjukkan keberpihakannya kepada petani ini.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah meringankan tanggungan para petani di tanah air,” kata Ponimin, saat ditemui, di kediamannya, di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Jember, Jumat (24/10/25).
Kebijakan penurunan harga pupuk subsidi ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian No.1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 Tahun 2025 dan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2025 lalu.
Harga pupuk subsidi yang diturunkan diantaranya pupuk urea dari Rp2.250/kg turun menjadi Rp1.800/kg atau per sak kemasan 50 kg dari Rp112.500 turun menjadi Rp90.000.
Kemudian, untuk pupuk NPK dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg. Sementara harga pupuk NPK per sak dari Rp 115.000 menjadi Rp 92.000.
Lebih lanjut, Ponimin menegaskan akan turut mengawal penyaluran pupuk subsidi tersebut agar tepat sasaran dengan harga yang sesuai, dengan mengerahkan semua pimpinan anak cabang (PAC) HKTI Jember.
Langkah ini sekaligus untuk memastikan bahwa proses distribusi pupuk subsidi kepada petani, tidak ada praktik-praktik penyelewengan dan bisa tepat sasaran.
“Tentu kami akan kawal soal pupuk ini, dengan melibatkan semua PAC-PAC kami, karena pupuk ini sudah menjadi hak-hak petani kita, bentuk keberpihakan pemerintah, kami juga siap meneruskannya ke pihak berwajib jika ditemukan hal-hal yang mengarah ke penyimpangan,” tegas dia.
Ponimin menegaskan bahwa meski pemerintah telah menurunkan harga pupuk subsidi, ia juga juga menyoroti sistem distribusinya yang dianggapnya masih semrawut.
Karena menurutnya, di lapangan, di satu sisi banyak petani belum kebagian pupuk subsidi, tetapi di sisi lain, beredar kabar pupuk subsidi mudah ditemukan namun dengan harga yang dibanderol selangit.
“Kondisi di lapangan sangat mencurigakan. Katanya pupuk susah didapat, tetapi di pasar bebas malah berlimpah dengan harga selangit. Ini yang perlu pengawasan ketat,” ketusnya.
Baca Juga: Demi Sukseskan Program Prabowo, Bupati Fawait Bentuk Satgas MBG dan Ajak Warga Ikut Awas
Ia mendesak, pihak-pihak terkait, seperti pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, hingga aparat penegak hukum, untuk turun langsung ke setiap daerah penyaluran.
Editor : M. Ainul Budi