Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

HKTI Jember Kerahkan Seluruh PAC untuk Awasi Distribusi Pupuk Subsidi Usai Harganya Turun 20 Persen

Maulana RJ • Sabtu, 1 November 2025 | 01:44 WIB
Ketua HKTI Jember Ponimin (tengah) ditemani wakil ketua dan sekretarisnya, saat ditemui belum lama ini. (Foto. Maulana/Radar Jember)
Ketua HKTI Jember Ponimin (tengah) ditemani wakil ketua dan sekretarisnya, saat ditemui belum lama ini. (Foto. Maulana/Radar Jember)

AMBULU, Radar Jember - Turunnya harga pupuk subsidi sebesar 20 persen dari harga sebelumnya, menjadi kabar yang cukup membahagiakan untuk para petani di berbagai daerah. 

Tak terkecuali bagi petani di Jember.

Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, H Ponimin Tohari, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo, melalui jajarannya, dalam menunjukkan keberpihakannya kepada petani ini.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah meringankan tanggungan para petani di tanah air,” kata Ponimin, saat ditemui, di kediamannya, di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Jember, Jumat (24/10/25).

Baca Juga: Gus Fawait Pastikan Petani Jember Nikmati Dampak Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi Sesuai Instruksi Presiden

Kebijakan penurunan harga pupuk subsidi ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian No.1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 Tahun 2025 dan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2025 lalu.

Harga pupuk subsidi yang diturunkan diantaranya pupuk urea dari Rp2.250/kg turun menjadi Rp1.800/kg atau per sak kemasan 50 kg dari Rp112.500 turun menjadi Rp90.000. 

Kemudian, untuk pupuk NPK dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg. Sementara harga pupuk NPK per sak dari Rp 115.000 menjadi Rp 92.000.

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Poktan Gandeng Anak Muda Melek Teknologi untuk Atasi Masalah e-RDKK dan Pupuk Subsidi

Lebih lanjut, Ponimin menegaskan akan turut mengawal penyaluran pupuk subsidi tersebut agar tepat sasaran dengan harga yang sesuai, dengan mengerahkan semua pimpinan anak cabang (PAC) HKTI Jember.

Langkah ini sekaligus untuk memastikan bahwa proses distribusi pupuk subsidi kepada petani, tidak ada praktik-praktik penyelewengan dan bisa tepat sasaran. 

“Tentu kami akan kawal soal pupuk ini, dengan melibatkan semua PAC-PAC kami, karena pupuk ini sudah menjadi hak-hak petani kita, bentuk keberpihakan pemerintah, kami juga siap meneruskannya ke pihak berwajib jika ditemukan hal-hal yang mengarah ke penyimpangan,” tegas dia.

Ponimin menegaskan bahwa meski pemerintah telah menurunkan harga pupuk subsidi, ia juga juga menyoroti sistem distribusinya yang dianggapnya masih semrawut. 

Karena menurutnya, di lapangan, di satu sisi banyak petani belum kebagian pupuk subsidi, tetapi di sisi lain, beredar kabar pupuk subsidi mudah ditemukan namun dengan harga yang dibanderol selangit. 

“Kondisi di lapangan sangat mencurigakan. Katanya pupuk susah didapat, tetapi di pasar bebas malah berlimpah dengan harga selangit. Ini yang perlu pengawasan ketat,” ketusnya.

Baca Juga: Demi Sukseskan Program Prabowo, Bupati Fawait Bentuk Satgas MBG dan Ajak Warga Ikut Awas

Ia mendesak, pihak-pihak terkait, seperti pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian, hingga aparat penegak hukum, untuk turun langsung ke setiap daerah penyaluran.

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #prabowo #HKTI #Pupuk Subsidi #ambulu #ponimin #Pertanian