Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melihat Inovasi Pertanian Modern Karya Orang Jember, Tanpa Operator dan Listrik tapi Produksi Menjanjikan

Maulana RJ • Rabu, 4 Juni 2025 | 14:45 WIB
DUKUNG KETAHANAN PANGAN: Teknologi pertanian auto kapiler yang dikembangkan di lingkungan Yon Armed 8/Uddhata Yudha Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
DUKUNG KETAHANAN PANGAN: Teknologi pertanian auto kapiler yang dikembangkan di lingkungan Yon Armed 8/Uddhata Yudha Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Inovasi di bidang pertanian mutakhir terus dikembangkan.

Tak hanya menekan biaya produksi, namun juga menjanjikan hasil melimpah.

Salah satunya seperti teknologi auto kapiler ini.

Jika padi atau tanaman sayur seperti kubis umumnya ditanam di areal persawahan, di desa-desa, apa jadinya jika komoditas itu ditanam di antara ruang terbuka kompleks bangunan?

Ini yang terlihat di sekitar kompleks Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 8/Uddhata Yudha, Sumbersari, Jember.

Di pelataran berukuran sekitar 5x5 meter persegi inilah, berjejer ratusan pot berisi bibit padi dan kubis muda.

Beberapa di antaranya juga ada bawang dan lainnya.

Sejumlah tanaman padi dan kubis itu memang sengaja ditanam menggunakan media pot bunga.

Bedanya, tanaman itu mendapatkan pasokan air yang stabil, dialirkan melalui selang seukuran jari telunjuk.

Memanjang dan terhubung ke sebuah tandon besar.

Nah, selang-selang kecil itulah yang memastikan tanaman ini mendapatkan suplai air.

Sehingga, kelembapan tanah terjaga, melalui alas pot tanaman sebagai terminal air agar bisa terserap tanaman.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Undang Wamentan ke Jember untuk Bertemu Petani demi Realisasikan Program Strategis Pertanian, Begini Responsnya

Menariknya, inovasi pertanian ini tanpa menggunakan teknologi yang ruwet, apalagi mahal.

Sistem kerjanya juga sederhana, tanpa listrik, tanpa operator, serta hemat energi dan tenaga.

Inovasi ini juga memudahkan perawatan dan pemupukan, karena tinggal mencampur pupuk dengan air.

Bahkan digadang-gadang menjadi teknologi pertanian mutakhir yang ramah di kantong, khususnya untuk petani.

Inovasi pertanian ini sengaja dikembangkan oleh Yon Armed 8/Uddhata Yudha Jember, dengan menggandeng perusahaan pembibitan dan seorang praktisi pertanian, sebagai penemunya.

Teknologi ini dikenalkan dengan nama auto kapiler, sistem pengaturan kebutuhan air untuk tanaman yang bekerja secara otomatis berdasarkan level air tanpa listrik, tanpa operator.

"Ini adalah hasil diskusi kami. Jadi kami para prajurit, yang disibukkan setiap hari dengan latihan, ini (auto kapiler, Red) digarap di sela-sela kami latihan, termasuk melibatkan Persit juga," kata Komandan Yon Armed 8/Uddhata Yudha Jember Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, saat ditemui Minggu (1/6/2026).

Teknologi yang hampir serupa juga dikembangkan untuk komoditas melon, di lokasi yang sama.

"Itu green house melon, kami rawat sekadarnya, tapi sudah berjalan satu bulan buahnya tumbuh sekepalan tangan," tambah dia, sambil menunjukkan buah melon di area tersebut.

Tryadi menegaskan bahwa kesatuannya juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam urusan ketahanan pangan.

Oleh karena itu, berencana mengembangkan teknologi itu dengan menerapkan ke semua prajuritnya.

"Kami pasti ada di garda terdepan urusan ketahanan pangan ini, kami mendukung 100 persen. Ke depan kami ingin kembangkan ini di rumah-rumah prajurit, sehingga prajurit bisa memiliki ketahanan pangan," imbuh Tryadi.

Teknologi auto kapiler itu pertama kali ditemukan oleh Khoirul Soleh, petani yang juga penggiat pertanian asal Perum Griya Mangli Indah, Kaliwates, Jember.

Baca Juga: Pemkab Jember Gandeng Akademisi demi Kembangkan Komoditas Pertanian Unggul, Gus Fawait Ungkapkan Hal Ini

Ia bercerita bahwa pada tahun 2015 lalu mendapati banyak masyarakat ingin menanam sayur, tapi terkendala tidak paham tekniknya, tidak punya waktu, dan tidak punya lahan atau tempat.

Berbekal pengalamannya bekerja di perusahaan pembenihan selama 22 tahun, Khoirul memutar otak.

Itu pun tak ujuk-ujuk ia menemukan auto kapiler ini.

"Saya menemukan ini tahun 2015, saya awal trial sempat rugi sampai Rp 165 juta. Tapi saya terus evaluasi, dan hingga jadi yang sekarang ini merupakan generasi yang ketiga," katanya saat ditemui, Senin (2/6/2025).

Meski pernah kuliah tiga kali dan tidak pernah lulus, Khoirul mengaku bersyukur.

Kini ide dan temuannya itu terwadahi bersama Yon Armed 8/Uddhata Yudha.

Meski ia sendiri hanya lulusan SMK, Khoirul sangat ingin temuannya itu bisa ditiru masyarakat luas.

"Kalau saya sekarang dicibir, ga masalah. Suatu saat pasti ini dicari. Target saya ini bisa bermanfaat untuk orang banyak, kalau cuma bisnis tidak ada manfaatnya buat apa?" imbuh pria 54 tahun itu.

Meski harus butuh modal awal yang cukup menguras kantong, namun cukup sekali untuk masa tanam berkali-kali dalam waktu yang lama.

Hitung-hitungan biaya operasional dan perawatan juga terbilang hemat.

Basir, mitra dari Benih Citra Asia, salah satu perusahaan pembenihan di Jember, yang digandeng Yon Armed 8/Uddhata Yudha, juga mengapresiasi temuan Khoirul itu.

Ia menilai bisa menjadi percontohan bagi anak-anak muda, petani, dan masyarakat luas.

"Secara hak paten sudah ada, pasar juga ada, siap dikomersialkan, ini pertama ditemukan di Jember dan penemunya juga orang Jember," tutup Basir. (mau/c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #inovasi pertanian #Yon Armed #Pertanian Modern