JEMBER, RADARJEMBER - Penanaman jagung serentak satu juta hektare secara resmi dilaksanakan kemarin (21/1). Program nasional itu juga dilakukan di Jember.
Tepatnya di lahan seluas dua hektare di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Sebelumnya, penanaman juga dilakukan di wilayah Kecamatan Jenggawah.
Dalam kegiatan itu, terlihat Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi, Kepala Desa Lojejer Mohamad Soleh, Dandim 0824/Jember Letkol Arm Indra Andriansyah, dan pihak terkait lainnya, menabur benih jagung. Penanaman itu juga dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Kades Lojejer Mohamad Soleh menyampaikan, penanaman jagung tersebut adalah upaya untuk mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni menjadi negara swasembada pangan.
Untuk mewujudkannya, maka diperlukan kerja sama dari semua pihak. Termasuk dari hulu, yakni petani dan kelompok tani.
Dia juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi desa percontohan dan desa swasembada pangan. Penanaman jagung simbolis itu dilakukan di atas bidang tanah seluas dua hektare.
Namun, sebelumnya sudah ditanam jagung di lahan seluas sepuluh hektare di tempat tersebut. “Kami terus melakukan penanaman kembali secara terus-menerus,” tegasnya.
Dalam satu hektare lahan, tambahnya, ditargetkan bisa menghasilkan 12 ton jagung. Oleh sebab itu, dia akan memberikan edukasi kepada petani jagung lain di desanya.
Agar mau menanam jagung sesuai dengan program pemerintah pusat tersebut. “Apabila nanti kami tanam, hasilnya akan layak dan hasilnya dapat dirasakan oleh petani,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi menyampaikan, dalam program penanaman jagung itu, disiapkan lahan produktif seluas 12,5 hektare di Jember.
Dari hal itu, 3,5 hektare di antaranya sudah ditanami jagung. Penanaman akan dilakukan secara bertahap, hingga mencapai target yang sudah ditentukan sebelumnya.
“Kami bekerja sama dengan kelompok tani di Desa Lojejer,” tuturnya.
Kapolres juga menyebut, berdasarkan target Kapolri, satu juta hektare lahan yang ditanami jagung ditargetkan dapat menghasilkan 5 juta ton lebih.
Oleh sebab itu, dia mengaku akan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target tersebut. “Sehingga mampu mendukung ketahanan pangan, sebagai program presiden dalam Asta Cita-nya. Mewujudkan Indonesia yang swasembada pangan,” terangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, membuka peluang bagi swasta atau perorangan yang memiliki keinginan untuk memanfaatkan lahan tidurnya menjadi lahan produktif. Hal tersebut akan dikomunikasikan dengan pihak terkait lainnya.
Baik untuk kebutuhan pupuk ataupun benihnya. “Semoga ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada petani dan masyarakat Indonesia secara umum,” pungkasnya. (jum/ham/c2/dwi)
Editor : Alvioniza