LABRUK, Radar Semeru - Banyaknya permintaan pupuk subsidi di Lumajang masih terus terjadi. Ini berdasarkan kebutuhan yang harus dipenuhi. Sayangnya, memasuki musim tanam, petani kelimpungan mencari pupuk tersebut. Sebab, sampai saat ini belum ada kiriman pupuk.
Misnawati, petani asal Lumajang, mengalami hai itu. Biasanya dia membeli pupuk jenis subsidi untuk tanaman padinya tersebut. Namun, sejak akhir tahun lalu dia mulai mengalami kesulitan. Pupuk yang tersedia hanya jenis nonsubsidi dengan harga jauh lebih mahal. “Mulai bulan kemarin sudah sulit. Kurang tahu apa penyebabnya,” ucapnya.
Beberapa petani lainnya pun sambat. Berharap pupuk bisa didapat dengan mudah, demi memperlancar kebutuhan tanaman padi.
Sementara, menurut Solihin, pemilik kios pupuk di Sumbersuko, Lumajang, ketersediaannya belum ada. Alias belum ada kiriman pupuk subsidi dari distributor. Diduga, karena memasuki tahun 2024 pihak terkait menunggu RDKK yang dikerjakan pusat balai pertanian sekaligus penandatangan SPJB tahun ini. “Informasinya harus sudah punya cetak e-RDKK 2024, penandatangan SPJB terbaru dan penggunaan aplikasi Salur Pupuk harus bisa diakses,” pungkasnya. (dea/c2/fid)
Editor : Radar Digital