JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jika bicara tentang hasil bumi, Jember tidak kalah dengan daerah lain. Hal itu bisa dibuktikan dengan komoditas tembakau yang kualitasnya sudah diakui nasional, bahkan kelas internasional. Namun, Jember juga memiliki komoditas lain yang bisa bersaing dengan salah satu komoditas asal Thailand. Yakni kelengkeng super atau biasa disebut kelengkeng Jember Super (Jemsu).
Bupati Jember Hendy Siswanto menyebutkan, kelengkeng Jemsu dari harga maupun ukuran sudah sanggup melawan kelengkeng asal Thailand. Hal itu menunjukkan bahwa Jember sebenarnya memiliki potensi yang bisa bersaing antardaerah, bahkan antarnegara. “Tanah yang kita pijak itu merupakan tanah yang kaya,” jelasnya.
Bibit kelengkeng Jemsu hanya ada di Jember dan tak bisa dibeli di tempat lain. Oleh karena itu, kelengkeng Jemsu tidak akan bisa didapatkan selain di Jember. Dengan demikian, bupati ingin bibit kelengkeng Jemsu bisa dibagikan kepada masyarakat Jember. Setidaknya satu rumah satu pohon kelengkeng Jemsu. Sebab, secara perlahan hal itu akan berpengaruh dalam peningkatan perekonomian Jember.
Pemkab Jember membudidayakan Jemsu ini di lahan seluas 2,8 hektare di Desa Semboro, Kecamatan Semboro, sebagai percontohan untuk masyarakat Jember. Bahwa kelengkeng Jemsu benar-benar super dan bisa menghasilkan. “Dengan biaya tidak terlalu mahal dan hasilnya juga cukup besar,” kata Hendy.
Bupati Hendy berharap, jika budi daya percontohan itu berhasil dalam waktu setahun, bibit kelengkeng akan dibagikan kepada masyarakat untuk dibudidayakan. Tak sampai di situ, Pemkab Jember juga akan memfasilitasi saat pemasaran. “Pemkab pasti memfasilitasi bagaimana marketing-nya,” katanya.
Upaya tersebut menjadi langkah Bupati Hendy dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, sebagai langkah dalam mendongkrak potensi yang saat ini tersembunyi. Dengan demikian, setelah kelengkeng Jemsu sudah memiliki pasar yang luas, bupati berharap dapat membantu meningkatkan komoditas lain yang ada di Jember. (qal/c2/bud)
Editor : Alvioniza