JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan dua hari dua malam tidak hanya berimbas pada tembakau Na-Oogst yang rusak. Tembakau kasturi juga turut mati. Bahkan, akar tembakau kasturi juga membusuk.
Nur Ahmadi, 45, warga Dusun Krajan Lor, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, juga menjadi korban bersama petani tembakau lainnya. “Bagian akarnya langsung membusuk. Selain itu, daun bagian bawahnya juga ikut membusuk. Karena sawah tergenang air,” paparnya.
Dia menjelaskan, tembakau kasturi panennya dilakukan hanya satu kali, berbeda dengan Na-Oogst. Tanaman tembakau kasturi miliknya baru 2 bulan. Dengan kejadian hujan pada musim kemarau tersebut, gagal panen sudah di depan mata. “Saya paksa panen, tetapi tidak tahu harganya itu berapa sampai berapa,” tuturnya.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/7), tanaman tembakau yang sebelumnya layu terlihat sudah mulai mengering. Petani banyak yang memilih membiarkan tanaman tembakaunya mati. Meskipun dipanen, harganya juga tidak sebanding dengan pengeluarannya. (jum/c2/dwi)
Editor : Alvioniza