JEMBER, RADARJEMBER.ID- Peternak zaman sekarang banyak pusing dengan urusan pakan ternak. Maklum, keberadaan rumput sudah semakin sulit didapatkan. Kalaupun ada, biasanya banyak di sawah milik tetangga atau di pekarangan milik orang lain.
Siang itu, Suyatno, warga yang tergabung dalam Komunitas Agrobisnis Jember (KAJ), menyebutkan, banyak peternak yang mulai bingung untuk memberi pakan ternaknya. Apalagi, rumput untuk pakan ternak kambing harus dicari setiap hari. Belum lagi, para peternak yang ada di daerah perkotaan akan lebih bingung lagi. Maklum, di kota sudah banyak lahan sawah maupun kebun yang berubah menjadi rumah-rumah warga maupun bangunan lain.
Suyanto menyebut, dalam upaya terus meningkatkan kualitas pakan ternak. KAJ telah mengembangkan inovasi terbaru dengan mengintroduksi campuran mikroba yang bermanfaat ke dalam pakan ternak. Inovasi ini diyakini akan membantu meningkatkan kesehatan dan efisiensi sistem pencernaan hewan. Selain itu, dapat meningkatkan produktivitas peternakan secara keseluruhan.
Para peternak yang tergabung dalam KAJ pun sudah banyak mengurangi pakan ternak dari rumput. Namun, banyak memakai campuran bonggol jagung yang sudah digiling, katul, kulit kopi, enzim, dan mikroba. cara ini mampu mempercepat pertumbuhan kambing.
Sementara, pakan yang diberikan oleh peternak KAJ ini sangat sedikit kotorannya. Dia pun menjelaskan bahwa 40 persen pakan itu menjadi kotoran, sedangkan 60 persennya menjadi daging.
Meskipun belum masuk tahap uji coba laboratorium, tapi dampak dari penemuan pakan ini dinilai sangat efektif oleh peternak. Selain membuat mudah pekerja, juga sedikit kotoran. Dengan adanya inovasi ini, para peternak diharapkan bisa meningkatkan kesehatan dan produktivitas hewan ternak mereka, sambil mengurangi dampak lingkungan.
Selain itu, penggunaan campuran mikroba dalam pakan ternak juga menjanjikan untuk mengurangi penggunaan antibiotik dalam peternakan, yang merupakan kekhawatiran utama dalam industri peternakan saat ini. Nah, inovasi ini diharapkan dapat berkembang dan dapat memberikan solusi di tengah sulitnya rumput. (c2/nur)
Editor : Alvioniza