Seperti usaha ternak ayam ras broiler di Desa Karangpring, Sukorambi, milik Sarib Hidayat. Ia yang merasakan dampaknya ketika pemberian pakan ternak dengan jenis dan merek berbeda-beda. Dia mengatakan, di peternakannya sering dilakukan pergantian merek pakan yang diberikan kepada ternaknya. Dampak yang dirasakannya tak terlalu besar, tetapi tetap menjadi masalah yang berdampak kurang baik bagi peternakannya. “Selain pertumbuhan ayam yang menjadi sedikit lebih lama, terkadang menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit ringan pada ayam. Seperti gejala mencret,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan, ayam jenis broiler membutuhkan waktu adaptasi terhadap jenis dan merek pakan yang diberikan. Banyaknya jenis dan merek pakan yang diberikan pada ayam membuatnya tidak memiliki waktu untuk beradaptasi dengan pakan yang diberikan. “Di peternakan saya ada lima jenis merek pakan untuk ayam,” paparnya.
Selain itu, beragamnya jenis pakan yang diberikan dalam jeda waktu yang pendek, menjadikan protein yang ada pada pakan tak dapat diserap hewan ternak secara maksimal. Hal tersebut yang menjadikan pertumbuhan pada ayam menjadi lebih lambat dibanding fokus menggunakan satu jenis pakan saja.
Sarib menambahkan, hal tersebut dilakukan bukan tanpa sebab. Melainkan lantaran peternakan yang dikelolanya sudah bergabung dengan kemitraan. Sehingga jenis pakan yang bisa didapatkannya pun sudah ditentukan dari kemitraan. “Hal itu masih menjadi kendala hingga saat ini. Tapi, namanya ikut kemitraan, ya, hanya bisa berusaha semaksimalnya,” tambahnya. (mg1/c2/bud)
Editor : Alvioniza