BACA JUGA : Terseret Arus Sungai, Dua Korban Banjir di Manggarai Timur Belum Ditemukan
Menurut Bupati Jember Hendy Siswanto, tenaga PPL yang tersebar di Jember selayaknya memiliki pengetahuan lebih agar bisa memberikan sumbangsih pemikiran kepada petani. Misalnya, memberikan teknik menanam, memberi gambaran benih atau varietas yang unggul, dan mengajarkan pemupukan dengan dosis yang tepat.
Tak hanya itu, PPL juga perlu dibekali dengan pengetahuan dunia pertanian. Seperti waktu yang pas untuk mulai tanam komoditas tertentu. Cara mencegah dan menangani organisme pengganggu tanaman (OPT), baik gulma, hama, maupun penyakit yang dapat menurunkan hasil panen. “Itulah yang menjadi peran PPL sebagai pembimbing yang memberi masukan kepada petani,” kata Bupati Hendy.
Dikatakan, pertanian menjadi salah satu ujung tombak ekonomi dan ketersediaan pangan di Jember. Dia berharap petani bisa terus melakoni pekerjaanya, penyuluh terus mengawal, agar panen petani terus meningkat.
Kendati demikian, dia menyadari bahwa jumlah penyuluh di Jember masih kurang. Satu penyuluh bisa bertanggung jawab atas dua desa sekaligus. Menurutnya, hal itu akan menjadi satu beban dan kurang fokus. "Saat ini penyuluh pertanian di Jember masih sedikit," ungkapnya di Pendapa Wahyawibawagraha.
Menurut Hendy, kekurangan tenaga PPL sekitar 50-60 orang. Sebab, jumlah penyuluh di Jember hanya 167 orang dari 227 desa/kelurahan yang ada. Ada selisih yang jauh, sehingga rencana penambahan PPL menjadi pertimbangan pemerintah.
Penyuluh pertanian, lanjut Hendy, harus memiliki basic yang kuat. Memiliki pengetahuan khusus tentang pertanian, sehingga saat bekerja di lapang bisa all-out dan langsung mengerti solusi setiap permasalahan. "Kami memang akan menambah dan kami masih mencari (PPL, Red)," ungkapnya.
Dinas dan PPL Harus Berpihak ke Petani
Kehadiran Bupati Jember Hendy Siswanto di tengah sektor pertanian sudah mulai terasa. Komitmennya masih tetap sama, agar produktivitas pertanian di Jember terus meningkat. Bahkan, Bupati Hendy juga memberikan penghargaan kepada penyuluh yang berprestasi.
Pertanian seakan menjadi sumber nyawa bagi masyarakat. Pangan menjadi kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi dan tidak bisa ditunda. Bahkan berpotensi besar untuk mengangkat nama Jember lebih tinggi lagi. Untuk itu, keseriusan untuk mengelola itu perlu ditingkatkan lagi.
Bupati Hendy meminta kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember untuk terjun langsung ke lapangan. Mengetahui apa yang dibutuhkan oleh petani. Sehingga bisa dibuat gambaran kebijakan atau program yang bermanfaat untuk petani.
Mengembangkan kualitas petani, tambah dia, DTPHP tidak hanya memainkan peran sebagai pihak yang mengedukasi petani saja. Bukan hanya hadir di belakang layar. "Tapi harus hadir sebagai penyuluh yang berpihak kepada para petani," pinta Bupati Hendy dalam giat peningkatan produktivitas dan layanan penyuluhan di aula DTPHP.
Keberpihakan itu juga termasuk membantu dan mengawal petani untuk mempertahankan lahan pertanian. Memberikan motivasi secara langsung. Seperti pencerahan bahwa petani mampu meraih kesejahteraan melalui aktivitasnya menjadi petani. Atau mengawal soal penjualan hasil panen untuk bisa mendapatkan harga yang bagus.
Mengenai itu, dia berharap kepada DTPHP untuk mengendalikan harga hasil pertanian di Jember. Begitu juga dengan penyuluh pertanian lapang (PPL). Dia juga meminta kepada PPL agar bersinergi untuk mengawal soal itu. "Sehingga bisa memberikan keuntungan kepada para petani," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy juga memberikan apresiasi kepada PPL. Penghargaan kepada mereka yang teladan atau berprestasi dalam menjalankan tugasnya dalam sejumlah kategori. Satu di antaranya adalah kategori kewirausahaan. (sil/c2/nur) Editor : Safitri