Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fokus Tingkatkan Pertanian pada 2023

Safitri • Rabu, 16 November 2022 | 19:03 WIB
RAWAT PADI: Bupati Jember Hendy Siswanto saat turun ke lahan pertanian padi. Pada tahun 2023, Bupati Hendy berkomitmen akan konsentrasi tingkatkan pertanian Jember.
RAWAT PADI: Bupati Jember Hendy Siswanto saat turun ke lahan pertanian padi. Pada tahun 2023, Bupati Hendy berkomitmen akan konsentrasi tingkatkan pertanian Jember.
SUMBEREJO, Radar Jember - Sejak pandemi Covid-19 mulai reda, Bupati Jember Hendy Siswanto terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jember untuk terus bergerak sebagai langkah pemulihan ekonomi. Memperkuat perekonomian, Bupati Hendy akan merambah fokus baru di sektor pertanian pada tahun 2023.

BACA JUGA : Perbaiki Kualitas dan Kuantitas, Jawab Tantangan Hortikultura Nasional

Bupati Hendy menjelaskan, saat ini seakan baru pulih dari keterpurukan karena dampak pandemi yang cukup berefek pada semua sektor. Bukan hanya kesehatan, tapi juga pendidikan, hingga perekonomian. Agar bangkit, Bupati Hendy melihat bahwa potensi pertanian di Jember memiliki daya saing yang cukup kuat untuk menjadi penopang kebutuhan pangan.

Tidak hanya sektor pertanian Jember yang unggul secara kuantitas maupun kualitas. Tapi, ada sektor yang lain yang juga selaras dengan pertanian, yaitu perkebunan dan peternakan. Dua sektor tersebut juga menjadi andalan yang berpeluang besar untuk dikembangkan lebih luas. Seperti tembakau, kakao, dan kopi robusta yang sudah cukup dikenal. "Kita (Jember, Red) penghasil kopi jenis robusta yang besar," ucapnya seusai meresmikan jalan di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Minggu (13/11).

Sektor pertanian bisa memberikan pengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi. Bagi masyarakat petani, buruh tani, perusahaan pertanian, masyarakat sekitar yang bersinggungan, dan daerah Jember sendiri. Dia mulai mendorong agar petani terus meningkatkan produktivitas tanamannya untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga juga daerah.

Berbicara soal pangan, berarti membahas tentang kebutuhan primer masyarakat. Kebutuhan utama yang tak bisa digantikan dengan apa pun. "Selagi manusia hidup pasti butuh makan, dan itu bisa dipenuhi dari hasil pertanian," papar Bupati Hendy.

Menjadi daerah yang berdaulat pangan, tambahnya, adalah satu hal yang ingin dicapai ke depan. Hingga Jember mampu menjadi daerah swasembada pangan yang bisa menyokong kebutuhan pangan dari berbagai daerah hingga nasional. Tak hanya hasil pertaniannya, tapi juga dengan komoditas hasil peternakan dan perkebunannya. Dia meyakini bahwa produk-produk asal Kota Suwar-Suwir memiliki kualitas yang baik. Itulah yang akan terus dipertahankan dan dikembangkan lagi.

Baru-baru ini Bupati Hendy terus mengampanyekan soal penggunaan pupuk organik kepada petani. Serta motivasi yang disuntikkan kepada petani agar mereka terus konsisten bertani sembari meningkatkan produksinya. Terutama komoditas padi. Mendukung itu, Pemkab Jember telah merumuskan rencana pembangunan pabrik pupuk organik hingga penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Dia menegaskan akan berkomitmen untuk menaruh perhatian besar di sektor pertanian, bahkan sampai 50 persen. Hal itu juga diiringi dengan penuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) khusus untuk peningkatan pertanian Jember pada 2023. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri
#Wes wayahe