BACA JUGA : Lima Santri Menuju Porsadin Nasional, FKDT Pertanyakan Akomodasi
"Penggunaan pertanian organik berpotensi menghemat biaya usaha tani karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari nutrisi tanaman. Selain itu, pengendalian hama penyakit secara organik juga dapat menghemat biaya perlindungan hingga 50 persen," terang Ahmad Adrian, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember.
Adrian menyebut, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pertanian konvensional dengan pertanian organik. Sebagaimana pertanian konvensional, komponen utama pertanian organik adalah sumber nutrisi tanaman dan pengendalian hama penyakit. "Yang membedakan hanya nutrisinya saja, tetapi unsurnya tetap sama," imbuhnya.
Misalnya komponen sintetis pada sumber hara makro primer, seperti nitrogen, fosfat dan kalsium. Tak hanya itu, limbah pertanian yang mengandung ketiga komponen organik itu terdapat pada kompos hijauan, kompos limbah rumah tangga, kompos kotoran ternak unggas, fermentasi urin ternak dengan bakteri nitritasi dan nitratasi, dan limbah sisa tanaman.
Sementara itu, komponen sintetis pada sumber hara makro sekunder mencakup kalsium, magnesium, dan sulfur. Ketiganya terdapat secara alami pada kapur, dolomit, gipsum, guano, garam epsom, dan garam kalium magnesium sulfat.
Penggunaan pupuk organik mendatangkan banyak manfaat untuk kelangsungan hidup tanah, tanaman, dan manusia yang mengonsumsi hasil pertaniannya. Maka dari itu, Adrian mendorong perguruan tinggi di Jember untuk berperan memfasilitasi sertifikasi SNI organik untuk para petani di Jember.
Hal itu disebutnya akan memudahkan petani untuk memastikan produk hasil pertaniannya sesuai dengan standar SNI organik, mengakses informasi mengenai pertanian organik, dan mendorong kampus untuk mengembangkan pertanian serupa. Meski begitu, ia menyebut SNI organik perlu menjelaskan lebih jauh lagi tentang komponen apa saja yang boleh dipakai dan yang tidak boleh dipakai untuk memberikan kepastian pada pengusaha produk pertanian organik. (mg6/c2/bud) Editor : Safitri