"Harga terong masih lumayan mahal. Saya beli satu ikat berisi empat buah harganya Rp 4.000," ungkap Siti Nuriah, 32, salah seorang pembeli. Ternyata, harga yang tergolong tinggi ini sudah turun 30 persen dibandingkan dua hari lalu. Karena sebelumnya, per ikat isi empat biji dijual Rp 5.000 lebih.
BACA JUGA: Harga Cabai di Jember Turun, Warga Sudah Tak Puasa Makan Sambal
Penyebab tingginya harga terong di Jember ini dipicu beberapa faktor. Mulai dari minimnya pasokan akibat rusaknya sayuran terong di petani, hingga masalah transportasi. Untuk di Pasar Mumbulsari, kurangnya pasokan lebih karena kualitas sayuran yang kurang layak.
"Dari hari Senin kemarin hingga sekarang harga terong terus turun," ujar Sunaryo, 50, salah satu penjual terong di kawasan Pasar Tanjung, Jember.
Menurutnya, jika harga mulai turun, faktor utamanya adalah pasokan terong dari berbagai daerah ke Jember mulai lancar. Kendati saat ini sudah turun, namun Sunaryo menjelaskan, harga terong masih tidak bisa ditebak. Kadang naik jika barang langka dan turun jika sudah mulai banyak.
"Normalnya harga terong itu bekisar antara Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per ikat," tambah Syamsudin, sambil memilah sayur terong yang di belinya di Pasar Tanjung, Jember. (*)
Reporter: Faqih Humaini
Foto : Faqih Humaini
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal