Menurut drh Hendri Kurniawan, salah satu dokter hewan di Jember, pencegahan infeksi virus penyebab PMK sangat mudah. Sebelum menempel pada sel inang (sapi), perlu dilakukan usaha sejak dini untuk menghalaunya. Anjuran menjaga kebersihan kandang sampai peternaknya menjadi cara pertama yang bisa dilakukan.
BACA JUGA: IKA Unair Cancut Tali Wanda Cegah Penyebaran Virus PMK di Jember
Sesederhana memakai air sabun bekas cucian. Hendri menjelaskan bahwa cara tersebut bisa dipakai untuk membersihkan kandang ternak. Harapannya, virus PMK yang terbawa lingkungan tidak sampai masuk ke tubuh sapi dan virusnya mati.
Alumnus Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya itu mengatakan bahwa virus penyebab PMK terdiri atas lemak. Cara mematikannya pun sama dengan lemak pada umumnya. Bisa menggunakan berbagai bahan yang dapat melunturkan lemak. Seperti sabun cuci baju, piring, dan lainnya. “Air sabun bekas cucian bisa dipakai untuk membersihkan kandang,” katanya.
Pengaplikasiannya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Baik disemprot, lap, ataupun disiramkan. Menyesuaikan efisiensinya. Larutan itu tidak bisa disebut sebagai desinfektan, Dia menambahkan, itu merupakan cara sederhana yang bisa dilakukan hanya untuk mematikan virus PMK. Bukan bakteri atau yang lainnya.
Catatan yang perlu diperhatikan, pemakaian air sabun bekas cucian hanya dilakukan untuk pencegahan dalam membersihkan kandang ternak. Bukan berarti bisa diaplikasikan langsung kepada hewan ternaknya. Apalagi melakukannya pada hewan yang telah terinfeksi PMK. “Jika virus sudah bereplikasi, maka tidak bisa dilakukan,” jelas Hendri.
Pada sapi, bisa diberikan ramuan herbal untuk memberikan daya tahan. Dia mengungkapkan bahwa PMK hampir sama dengan sifat Covid-19 yang menyerang pada manusia. Pemberian ramuan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan temulawak bisa dilakukan. Air perasannya dibuat semacam minuman untuk suplemen daya tahan tubuh sapi. (*)
Reporter: Mega Silvia
Foto : Dokumen Radar Jember
Editor : Nur Hariri Editor : Maulana Ijal