Pembibitan tersebut dilakukan oleh pekerja Iwan Fauzi. Dia mengatakan, keberadaan bibit tersebut dipersiapkan untuk mengisi sisa-sisa lahan di hutan. “Prosesnya lama, bisa satu tahun untuk bisa di tanam di hutan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin, (16/6).
Iwan yang merawat 22 ribu bibit pohon sengon di RKPH Wringintampung Bondowoso menuturkan, 22 ribu bibit tersebut banyak yang gagal. Setelah menjadi kecambah. Menurut dia, bibit tersebut gagal tumbuh saat di tanam di hutan, karena cuaca yang membingungkan. Selain itu bibit ini sangat rentan tidak tumbuh jika terkena air hujan. "Kalau terkena air hujan, bisa cepat membusuknya. Sedangkan terlalu banyak kena sinar matahari juga cepat kering," terangnya.
Bibit tersebut akan bisa ditanam di hutan, jika sudah satu tahun. Dirinya memprediksikan, dalam satu tahun, bibit yang dirawat tersebut bisa mencapai tinggi hingga lima centimeter. Hal tersebut menunjukkan, keberadaan bibit sudah kuat untuk ditanam di hutan. "Harus diperhatikan juga ketahanannya," ujar pria 24 tahun tersebut. (mg5/c1/dwi) Editor : Safitri