Untuk itu, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jember memberikan kesempatan kepada petani mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik. Tercatat ada 500 petani dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jember yang menjalani pelatihan tersebut. Pelatihan itu berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kecamatan Kaliwates.
Dwita Indra Rosa, instruktur dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Malang, mengungkapkan, sebenarnya pembuatan pupuk kandang ini mudah sekali. Semua petani bisa melakukan hal itu di rumah masing-masing. Selain pupuk kandang, juga dibutuhkan kapur, dedak, dan tetes tebu. “Waktu pembuatan tidak lebih dari empat minggu atau satu bulan,” katanya.
Pejabat di divisi pengolahan hasil dan pelatihan peternakan itu menambahkan, pupuk kandang tidak mengandung zat kimia dan memiliki kandungan unsur hara tinggi. Sehingga pupuk ini bisa menormalkan kembali kerusakan struktur tanah akibat terlalu sering melakukan perabukan menggunakan pupuk buatan pabrik berbahan kimia.
Toha, petani asal Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, mengutarakan, selama ini pupuk kandang dibuang begitu saja di kebun. Tak hanya dirinya, tapi juga kebanyakan petani lain di kampungnya. Toha beralasan, hal itu dilakukan karena rata-rata petani belum memiliki pengetahuan tentang cara membikin pupuk organik.
Setelah tahu bagaimana cara membuat pupuk dari kotoran hewan itu, dia mengaku bakal mempraktikkannya di rumah seusai mengikuti pelatihan ini. Selain dinilainya mudah, bahan bakunya juga melimpah. “Petani dapat manfaat ganda. Tak hanya membuat tanaman tumbuh subur, tapi juga bisa memperoleh tambahan penghasilan karena pupuk tersebut memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.
Reporter : Winardyasto
Fotografer : Winardyasto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona