Imam Supandi, juru kandang di peternakan susu sapi perah itu, mengatakan, memerah susu sapi sebenarnya tidak sulit. Bisa dilakukan secara manual. Kalau masih geli memegang sapi, bisa juga memakai mesin. Dia juga menggaransi sapi-sapi ini pun jinak. Tak segarang sapi pada umumnya.
Menurut Imam, sebelum diperah, sapi-sapinya harus terlebih dahulu dimandikan. Selain itu, dia juga membersihkan kandang sapinya. "Sapi diperah dua kali sehari. Pertama, pagi hari sekitar pukul 04.00, dan siang hari pukul 13.30," katanya.
Seekor sapi bisa menghasilkan dua hingga empat liter susu setiap harinya. Selain menjaga kebersihan sapi dan kandangnya, di lokasi itu sapi-sapi juga dipastikan mendapat nutrisi yang cukup. "Sapi di sini dikasih makan edamame, dari Mitra Tani 27 Mangli. Itu kan lumayan, kaya protein. Jadi, bagus untuk pertumbuhan sapi," jelas Imam. Selain diberi makan edamame, sapi juga diberikan ampas tahu sebagai asupan pendukung.
Tak hanya menyediakan tempat memerah susu, pengunjung juga bisa melihat-lihat tempat pemrosesan dan pengolahan susu. Termasuk proses sterilisasi. Sebab, susu hasil perahan itu ada yang langsung menjalani proses pengepakan setelah sterilisasi. Ada pula yang difermentasi untuk dijadikan diversifikasi produk seperti dibuat yoghurt atau susu segar dengan berbagai rasa.
“Tempat ini juga menjadi kawasan eduwisata. Jadi, pengunjung atau pembeli bisa minum susu sambil belajar banyak hal tentang ternak susu sapi," pungkas Imam.
Jurnalis: Maulana
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri