Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Beasiswa LPPD 2026

Imron Hidayatullahh • Jumat, 8 Mei 2026 | 06:00 WIB
Prof ABDUL HALIM SOEBAHAR
Prof ABDUL HALIM SOEBAHAR

Oleh Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA.

SEJAK 2019 sampai 2026, Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur telah menjalin kemitraan dengan 150 perguruan tinggi sebagai penyelenggara beasiswa Program Sarjana (S-1/M-1), Program Magister (S-2/M-2) dan Program Doktor (S-3/M-3) dalam dan luar negeri.

Ke-150 perguruan tinggi tersebut terdiri atas 7 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 114 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta ( PTKIS), 24 Ma’had Aly, dan 1 Univeritas Al-Azhar Kairo Mesir.

Kemanfaatan dari program ini telah dirasakan oleh 7.976 penerima manfaat. Program sarjana sangat dirasakan manfaatnya oleh guru-diniyah dan hafiz/hafizah.

Program magister sangat dirasakan manfaatnya oleh guru diniyah dan hafiz/hafizah yang ingin meningkatkan kompetensinya sampai magister, dan program doktor sangat dirasakan manfaatnya oleh pada dosen, baik dosen Ma’had Aly atau dosen PTKI berbasis pesantren.

Khusus beasiswa 2026, LPPD menjalin kemitraan dengan 64 perguruan tinggi dengan 1.100 mahasiswa penerima manfaat, dengan sebaran kuota sebagai berikut: S-2 Universitas Al-Azhar Mesir (30 mahasiswa), M-1 Ma’had Aly (3 x 20 mahasantri), M-2 Ma’had Aly (3 x 15 mahasantri), S-1 PTKIS ( 27 x 20 mahasiswa), S-2 PTKIS (19 x 15 mahasiswa), S-3 (5 x 10 mahasiswa/2 x 15 mahasiswa), S-1 STEM )4 x 10 mahasiswa), dan S-2 STEM (4 x 5mahasiswa).

Ada kekhususan seleksi beasiswa antara LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan tata Kelola dan seleksi beasiswa dari sumber lain.

Sistem seleksi beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur, yakni : (1) beasiswa diperoleh secara kompetitif untuk generasi muda yang ber-KTP Jawa Timur, (2) perguruan tinggi mitra penyelenggara beasiswa Adalah perguruan tinggi di Jawa Timur dan  terakreditasi.

Khusus Universitas Al-Azhar dipilih sebagai satu-satunya perguruan tinggi keislaman kelas dunia dan telah terbukti melahirkan banyak ulama yang bereputasi, termasuk di Indonesia, dan (3) beasiswa diberikan sekaligus di awal sesuai dengan jenjang pendidikannya, yakni: 4 tahun untuk S-1, 2 tahun untuk S-2, dan 3 tahun untuk S-3.

Khusus S-2 Al-Azhar Mesir, S-2 diberikan 4 tahun, karena S-2 di Al-Azhar paling cepat bisa menyelesaikan studi 4 tahun.


Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan dalam 3 tahap : tahap 1, seleksi administrasi, dilakukan oleh Tim IT LPPD, karena pendaftaran dilakukan melalui aplikasi; tahap 2, seleksi di perguruan tinggi mitra sesuai pilihan, seleksi tahap 2 dilakukan setelah lulus seleksi administrasi.

Dalam seleksi tahap 2 ini lulus 150 persen dari kuota, jika kuota S-1 20 mahasiswa, maka yang lulus di tahap 2 adalah 30 calon mahasiswa. Yang lulus di tahap 2 diseleksi lagi di tahap 3, tahap 3 penguji dari LPPD, sehingga yang lulus 30 orang di tahap 2 diseleksi tahap 3 sehingga di tahap 3 inilah diseleksi dan ditetapkan kelulusan 20 mahasiswa sesuai kuota.

Masalahnya bagaimana sistem seleksi S-2 di Universitas Al-Azhar dansistem seleksi  S-1/S-2 program studi STEM di Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya dan Universitas Jember.

*) Penulis adalah Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur, Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Jember dan Guru Besar Pendidikan Islam UIN KHAS Jember.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Perspektif #Prof Halim