Oleh: Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA.*
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan Jawa Timur dengan “Generasi Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkarakter Luhur Menuju Indonesia Emas 2045".
Penegasan tersebut disampaikan ketika menyampaikan orasi ilmiah sebagai keynote speaker "Studium Generale" di Islamic Centre Surabaya, 12 September 2025.
Studium generale diikuti oleh 64 Pimpinan Perguruan Tinggi (Rektor/Ketua/Mudir dan Direktur Pascasarjana) dan 1.193 mahasiswa dan mahasantri baru Program Sarjana (S-1), Program Magister (S-2) dan Program Doktor (S-3) penerima program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur khusus Tahun 2025.
Selain itu, hadir pula Sekda Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Asisten 1 sekaligus Kepala Biro Kesra Imam Hidayat, Asisten 3 Dr. KH. A. Jazuli, dan Pimpinan OPD Pemprov Jatim.
Hadir pula Kepala Kanwil Kemenag Jatim, PWNU Jatim dan PW Muhammadiyah Jatim.
Mereka ditetapkan sebagai penerima beasiswa setelah bersaing melalui proses seleksi secara bertahap yang sangat ketat.
Ketatnya proses seleksi yang dilakukan sebagai konsekuensi untuk memilih generasi terbaik, generasi unggul, berkarakter luhur dan berdaya saing global, sehingga proses seleksi di semua tahapan dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel.
Seleksi "Tahap pertama", seleksi berkas, menyangkut kelengkapan administrasi dan rekomendasi.
Rekomendasi diperlukan sebagai komitmen agar setelah selesai studi mereka berkhidmat di pesantren yang merekom.
Setelah lulus tahap ini mereka berhak mengikuti tahap berikutnya.
Seleksi "Tahap Kedua", seleksi yang dilakukan oleh perguruan tinggi masing-masing.
Pengujinya dari perguruan tinggi masing-masing, yang diuji ada calon mahasiswa atau mahasantri yang berasal dari MA, SMA, SMK, PDF, SPM, Guru Diniyah atau hafidz/hafidhah, khusus S-3 adalah khusus dosen PTKI atau Ma'had Aly yang memilih perguruan tinggi tersebut.
Materi seleksinya membaca kitab, pemahaman keislaman dan wawasan kebangsaan.
Dari seluruh pendaftar dipilih 150 persen dari kuota, sehingga S-1 (dipilih 30 dari 20 kuota), S-2 (dipilih 23 dari 15 kuota) dan S-3 (dipilih 15 dari 10 kuota) masing-masing perguruan tinggi.
Penanggung jawab seleksi tahap kedua adalah perguruan tinggi dibuktikan melalui berita acara pelaksanaan seleksi.
Setelah lulus tahap seleksi kedua ini mereka berhak mengikuti seleksi tahap ketiga.
"Seleksi "Tahap Ketiga", seleksi tahap akhir, seleksi untuk menentukan calon mahasiswa sebagai penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Seleksi untuk memilih sejumlah peserta yang lulus tahap pertama dan kedua menjadi peserta yang sesuai kuota beasiswa.
Tahap ketiga ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab LPPD, diuji oleh Tim Penguji Pengurus LPPD Jawa Timur yang terdiri dari para Kiai dan Akademisi PTKI/PTKIN/Ma'had Aly Jawa Timur.
Materi seleksi baca kitab, wawasan keislaman dan kebangsaan dan khusus S-3 ada seleksi proposal disertasi yang diuji oleh Para Guru Besar yang keahliannya relevan dengan program studi yang dipilih peserta seleksi Program Doktor.
Setelah selesai tiga tahap proses seleksi, barulah LPPD mengumumkan penetapan calon mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sesuai kuota.
Dari 1.193 beasiswa tersebar di sejumlah jenjang Program S-1, S-2, S-3, M1, Program PKU, dan S-2 Al-Azhar.
S-1 tersebar di 24 PTKI/PTKIN masing-masing 20 mahasiswa = 480 beasiswa atau mahasiswa.
S-2 tersebar 15 PTKI/PTKIN masing-masing 15 mahasiswa = 225 beasiswa atau mahasiswa.
S-3 tersebar di 4 PTKI/PTKI masing-masing 10 mahasiswa = 40 beasiswa atau mahasiswa.
M-1 MA'had Aly tersebar di 19 Ma'had Aly masing-masing 20 mahasantri = 380 beasiswa atau mahasiswa.
S-2 Al-Azhar 30 beasiswa atau mahasiswa, dan S-1 Program PKU =:38 beasiswa atau mahasiswa.
Pengelolaan beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menjadi tanggung jawab bersama : LPPD Provinsi Jawa Timur, Perguruan Tinggi Mitra (Universitas, Institut, Sekolah Tinggi dan Ma'had Aly) dan mahasiswa penerima manfaat.
Kita wajib bersyukur bahwa pelaksanaan tanggung jawab pengelolaan beasiswa tersebut kita (LPPD dan Perguruan Tinggi Mitra) selalu dibantu dan dibimbing oleh Tim Kesra dan Tim Inspektorat Provinsi Jawa Timur.
Kekhasan Pengelolaan Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat nyata.
Berbeda dengan pengelolaan beasiswa di provinsi atau kabupaten/kota lainnya.
Sedikitnya karena tiga hal : "pertama", beasiswa langsung diberikan tunai sekaligus untuk biaya pendaftaran sampai wisuda melalui perguruan tinggi mitra, jadi tidak diberikan setiap tahun.
"Kedua", kelulusan ditentukan bersama-sama LPPD dan Perguruan Tinggi Mitra sesuai tahapan.
Di Provinsi lain termasuk di kabupaten/kota beasiswa baru diberikan setelah calon penerima beasiswa mulai kuliah.
Beasiswa Provinsi Jatim tidak, kelulusan ditetapkan bersama-sama sejak awal, semua diorientasikan untuk mengawal komitmen mulia Gubernur Jatim untuk percepatan penyiapan SDM Jawa Timur "Ketiga" besaran SPP dan beasiswa setiap jenjang ditentukan bersama antara LPPD dan Perguruan Mitra.
Besaran RAB dikuatkan melalui keputusan pimpinan perguruan tinggi ditindaklanjuti dengan MoU LPPD dan Perguruan Tinggi Mitra.
Alhamdulillah. Sejak 2019 sampai 2025 penerima manfaat sudah mencapai 6.876 beasiswa, dari sekian penerima manfaat tersebut sebanyak 4.168 sudah lulus sarja dan magister, 38 diantara angkatan pertamanya lulus doktor tepat waktu dengan predikat cumlaude, 25 di antara angkatan pertamanya lulus Sarjana Universitas Al-Azhar.
Kita bersyukur mempunyai gubernur yang sangat peduli terhadap pendidikan.
Apa yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menegaskan komitmennya untuk "menyiapkan Jawa Timur dengan generasi Emas yang unggul, berdaya saing global dan berkarakter lulur menuju Indonesia Emas 2045".
Komitmen ini adalah komitmen yang sangat mulia yang harus didukung bersama sebagai ikhtiar kita menyiapkan generasi terbaik untuk masa depan.
Semoga berhasil. (*)
Editor : Imron Hidayatullahh