Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ma’had Aly: Dari Pesantren Salafiyah Menuju Panggung Beasiswa Bergengsi

Redaksi Radar Jember • Jumat, 27 Juni 2025 | 14:45 WIB

Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A.
Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A.

Oleh: Prof Halim Soebahar

Radar Jember - Tahun 2025 menjadi saksi keberhasilan luar biasa: sebanyak 380 mahasantri Ma’had Aly dinyatakan lolos dan berhak menerima Beasiswa Pemprov Jawa Timur. Angka 380 itu menjelma menjadi bukti yang tak bisa disangkal bahwa Ma’had Aly bukan sekadar lembaga pendidikan tinggi khas pesantren, tetapi juga mesin peradaban yang terus bergerak maju.

Saya menyaksikan sendiri, bagaimana para mahasantri itu yang berasal dari 19 Ma’had Aly di Jawa Timur mengikuti seleksi tahap kedua pada 20–21 Juni. Mereka menjalani ujian langsung di hadapan para kiai penguji yang tak sembarang orang. Di antara para penguji adalah nama-nama besar dalam dunia pesantren, seperti Dr. KH. Reza A. Syahid dari Lirboyo, KH. Iffatul Lathoif dari Ploso, dan KH. Luqman Haris Dimyathi dari Tremas. Ujian itu bukan sekadar formalitas: kemampuan baca kitab dan wawasan keislaman mereka diuji dengan teliti dan cermat.

Menariknya, meskipun mayoritas berasal dari pesantren salafiyah yang dikenal dengan keakarannya pada tradisi klasik para mahasantri ini mampu menjawab soal-soal dengan perspektif yang aktual, segar, bahkan kontekstual. Inilah wajah baru santri masa kini: kuat dalam tradisi, tangguh dalam transformasi.

Kesuksesan mereka tentu tidak datang tiba-tiba. Proses seleksi berlangsung ketat dan bertahap: mulai dari seleksi administrasi, seleksi internal di masing-masing Ma’had Aly, hingga seleksi akhir oleh tim LPPD dan Kesra Pemprov Jatim. Dengan sistem seleksi berlapis ini, siapa pun yang lolos adalah yang benar-benar layak.

Legalitas Ma’had Aly sebagai pendidikan tinggi khas pesantren memang sudah dijamin undang-undang—yakni UU Nomor 18 Tahun 2019, Perpres Nomor 82 Tahun 2021, dan PMA No. 32 Tahun 2020. Tapi legalitas bukan jaminan kualitas. Yang membuktikan kualitas adalah capaian. Dan beasiswa ini adalah salah satunya.

Peran Ma’had Aly sangat strategis. Beasiswa bukan hanya sekadar dana bantuan pendidikan—ia adalah bentuk pengakuan negara terhadap potensi mahasantri. Maka, ketika 380 mahasantri Ma’had Aly dinyatakan layak menerima beasiswa, artinya negara sedang memberi sinyal bahwa pesantren dan lembaga keagamaan layak menjadi pilar penting pembangunan bangsa.

Lebih jauh, pencapaian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang berkualitas bukanlah utopia. Ma’had Aly memberi bukti bahwa dengan tata kelola yang profesional dan komitmen yang tinggi, lembaga pesantren bisa menjadi lokomotif perubahan. Bukankah ini yang selama ini kita rindukan pesantren yang tidak hanya mewarisi tradisi, tapi juga berinovasi?

Kini, tugas selanjutnya adalah memastikan bahwa beasiswa ini benar-benar menjadi alat untuk memperkuat peran mahasantri dalam pengembangan ilmu, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Jangan sampai beasiswa hanya berhenti sebagai simbol prestise, tanpa keberlanjutan nilai yang dibawanya.

Perlu dicatat, Jawa Timur adalah satu-satunya provinsi yang sejauh ini secara serius mengalokasikan APBD untuk beasiswa mahasantri Ma’had Aly. Ini bentuk keberpihakan yang tidak basa-basi. Tak heran jika pertumbuhan Ma’had Aly di Jawa Timur sangat signifikan: dari sekitar 100 lebih Ma’had Aly di Indonesia, 32 di antaranya ada di Jawa Timur. Bahkan dari 4 Ma’had Aly jenjang magister (M2) se-Indonesia, tiga berada di Jawa Timur: MA Sukorejo Situbondo, MA Tebuireng Jombang, dan MA Lirboyo Kediri.

Kita patut memberi apresiasi kepada Pemprov Jatim. Tapi lebih dari itu, kita juga perlu membangun optimisme. Bahwa pesantren bukan lagi sekadar pelengkap dalam sistem pendidikan nasional. Lewat Ma’had Aly, pesantren telah mengambil posisi penting dalam mencetak kader ulama dan pemikir Islam yang mumpuni baik secara keilmuan klasik, maupun wawasan kontekstual.

Sebagai saksi langsung dari proses seleksi itu, saya tidak hanya melihat santri yang sedang diuji. Saya melihat harapan-harapan yang sedang tumbuh. Dan 380 di antaranya, kini mendapat pupuk terbaik berupa beasiswa. Semoga kelak mereka menjadi cahaya yang tak hanya menyinari pesantren, tapi juga Indonesia secara keseluruhan.

Akhirnya, selamat kepada 380 mahasantri Ma’had Aly. Kalian bukan hanya berhasil mendapatkan beasiswa kalian sedang membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk percaya bahwa dari pesantren, lahir cahaya peradaban. (*)

Editor : Imron Hidayatullahh
#pemprov jatim #Mahad Aly #Mahasantri #Beasiswa