Sejak Kepemimpinan Gubernur Khofifah, beasiswa S1 terus dikembangkan, bukan hanya di perguruan tinggi keagamaan Islam berbentuk universitas, institut dan sekolah tinggi di Jawa Timur, tetapi beasiswa S-1 juga diberikan kepada mahasantri Ma’had Aly, bahkan sejak tahun 2021 bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir, sebagai perguruan tinggi Islam pertama di dunia. Selain mengalokasikan APBD Provinsi untuk melanjutkan studi program sarjana sejak lama dan program magister sejak 2019, pada tahun akademik 2022/2023 memulai mengalokasikan beasiswa untuk program doktor. Syaratnya jelas, beasiswa diperuntukkan untuk calon mahasiswa ber-KTP Jawa Timur, harapannya setelah menyelesaikan studi bisa mengabdi membantu pengembangan pesantren asal, dan berkontribusi untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
Tentang kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, ada sejumlah pertanyaan yang mengemuka, kenapa harus ke Mesir, bukan ke Arab Saudi, Yaman, Bagdad, Malaysia, Amerika, Kanada, atau lainnya? Ada sejumlah argumen yang bisa kami kemukakan, yakni:
Pertama, kerja sama yang dirintis berdasarkan inisiatif Gubernur Khofifah dan telah didiskusikan dengan para kiai pengasuh pesantren yang menyelenggarakan pendidikan diniyah formal, pendidikan mu’adalah dan madrasah aliyah berbasis pesantren, maka Al-Azhar menjadi pilihan utama. Pada 4 Maret 2022 dalam Webinar yang digelar oleh Gama Jatim (Keluarga Mahasiswa Asal Jawa Timur, temanya keren “Pergi Tuk Kembali”, kami hadir bersama Dr H. Lutfi Rouf, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir, dan Akmal Robbani, Ketua Gama Jatim. Saya hanya menceriterakan hal-hal ringan terkait Beasiswa Santri Pondok Pesantren (BSPP) yang ternyata sangat diminati oleh para santri unggulan dan saya bersyukur pernah sampai di Sekretariat Gama Jatim di Kairo, Mesir, karena tugas dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk bersilaturahmi dalam rangka menjajaki dan mewujudkan gagasan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Universitas Al-Azhar, Kairo.
Kedua, inisiatif kerja sama ini diawali dengan kedatangan Syaikh Prof Ibrahim Shalah As-Sayyid Sulaiman el-Hud Hud ke Jawa Timur pada 5 Juli 2019. Profesor el-Hud Hud adalah mantan rektor Universitas Al-Azhar dan kedatangannya ke Jawa Timur sebagai utusan resmi Rektor Universitas Al-Azhar untuk silaturahmi menemui Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa yang dikenal sebagai perempuan pertama yang menjadi Gubernur Jawa Timur dan sangat peduli terhadap pengembangan pesantren. Tidak perlu menunggu lama, selesai pertemuan dengan utusan Rektor Universitas Al-Azhar tersebut Gubernur Khofifah langsung menugaskan tim kecil agar segera menyelenggarakan rapat koordinasi antara gubernur, Tim Al-Azhar dan pengasuh pesantren penyelenggara pendidikan diniyah formal ‘ulya (PDF Ulya), satuan pendidikan mu’adalah ‘ulya (SPM Ulya), dan madrasah aliyah berbasis pesantren. Rapat koordinasi dilaksanakan di Hall Hotel Namira, 06 Juli 2019. Beberapa pemikiran disepakati, untuk ditindaklanjuti oleh Tim LPPD Jawa Timur.
Ketiga, Januari 2020, dilaksanakan rapat koordinasi sekaligus sosialisasi kepada para pengasuh/penyelenggara PDF Ulya, SPM Ulya, dan MA sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya, karena Gubernur Khofifah menginginkan agar program beasiswa studi ke Al-Azhar tersebut bisa segera ditindaklanjuti dan dipersiapkan anggarannya. Selanjutnya, Maret 2020 sosialisasi rekrutmen peserta di mulai dengan respons yang sangat tinggi, melebihi 100 pendaftar. April 2020 proses seleksi kemampuan membaca kitab, kemampuan bahasa arab, dan hafalan Alquran dimulai. Dilanjutkan dengan seleksi kemampuan berbahasa Arab yang langsung dikendalikan oleh Tim Universitas Al-Azhar secara daring, karena kedua negara (Indonesia dan Mesir) sama-sama mengalami wabah pandemic Covid-19.
Keempat, 25 Mei 2020 selama seminggu Gubernur Khofifah mengirimkan Tim ke Al-Azhar Mesir, antara lain: Drs H. A. Hamid Syarif MH, Prof Dr H Abd. Halim Soebahar MA, Dr KH Fakhrurrozi MSi, dan Fahma Al-Khjasani M Pd. Tim ditugasi untuk memastikan tiga hal: (1) sistem pendidikan dan pengajaran di Universitas Al-Azhar, (2) pemondokan atau asrama untuk 30 orang mahasiswa dengan kriteria: aman, bersih, bagus, akses transportasi mudah, dan (3) jaminan paham keagamaan mahasiswa, karena Prof. Hud-Hud berjanji di hadapan Gubernur Khofifah bahwa di Al-Azhar mengembangkan paham islam moderat, islam yang damai.
Kelima, 04 Juni 2021 sejumlah 30 calon mahasiswa yang sudah lolos seleksi menjalani matrikulasi khusus bahasa Arab agar kemampuan Bahasa Arab peserta program sama dengan standar kemampuan bahasa Arab mahasiswa Universitas Al-Azhar. Matrikulasi di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba) di Jakarta, berakhir tanggal 6 Nopember 2021.
Keenam, 19 November 2021, Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yang Mulia Tuan Ashraf Mohamed Moguib Sultan (H. E. Mr. Ashraf Mohamed Moguib Sultan) melakukan kunjungan resmi ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diterima dengan penuh penghormatan dan jamuan makan malam dengan para tokoh agama di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Banyak hal yang dicapai. Pak Dubes merasa sangat senang difasilitasi untuk bisa keliling di pesantren salafiyah di Jawa Timur.
Ketujuh, 4 Januari 2022 30 mahasiswa asal Jawa Timur diundang ke Grahadi, silaturrahim dan mendapatkan arahan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dan 6 Januari 2022 ke 30 mahasiswa asal Jawa Timur berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, melalui Turki dan terakhir Mesir untuk segera memulai belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.
Kedelapan, setelah 7 bulan berada di Mesir, 30 mahasiswa memasuki musim dingin dan ujian-ujian telah mereka selesaikan. LPPD berkirim surat kepada 30 mahasiswa untuk melakukan pemantauan awal progress studi mereka selama di Mesir dan kisah inspiratif perjalanan mereka dari kediaman asal, seleksi dan arahan Islamic Centre dan Grahadi, matrikulasi di Pusiba dan keberangkatan dari Juanda ke Mesir. Pada tanggal 5 Agustus 2022 tulisan dari 30 mahasiswa sudah masuk dan hari ini sudah selesai editing, judulnya “Kisah Inspiratif Santri Jawa Timur di Al-Azhar Mesir”. Selasa, 9 Agustus Ujian Tahap II dilaksanakan seleksi Kompetensi Bahasa Arab secara tulis dan lisan. Tim Penguji adalah Dosen Universitas Al-Azhar. 60 peserta di bagi 4 ruang: 2 ruang untuk Zoom laki-laki, 2 ruang untuk Zoom perempuan. Peserta laki-laki diuji oleh Penguji Laki-laki, peserta perempuan diuji oleh dosen perempuan. Ujian tulis dan lisan dipantau langsung oleh Direktur PUSIBA Dr. KH. Muhammad Arifin, MA dan Mas Munir. Saya menyaksikan secara langsung bahwa kemampuan para santri mengagumkan, hebat-hebat, baik tulis maupun lisan. Jelas yang terpilih nantinhya adalah 30 mahasiswa yang paling hebat diantara yang hebat-hebat.
Kesembilan, pemahaman dan praktik keagamaan 30 Mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Timur yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dibimbing oleh Kiai Mukhlason. Beliau adalah Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir. Insyaallah bulan kami harapkan sudah dapat progress kegiatan akademik dan non akademik 30 Mahasiswa selama di Al-Azhar, agar kami dapatkan rekaman langsung prestasi akademik mereka dan kepada siapa mereka belajar agama dan belajar keahlian tertentu.
Progres ini penting kami dapatkan dari mahasiswa langsung secara berkala karena komitmen kita sama, bahwa “Universitas Al-Azhar Mesir mengembangkan Islam Moderat”. Syaikh Prof. Ibrahim Shalah As-Sayyid Sulaiman el-Hud Hud memberikan jaminan bahwa Al-Azhar mengembangkan Islam Moderat, demikian juga Gubernur Khofifah Indar Parawansa. LPPD (Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah) sebagai penerjemah gagasan Gubernur tentu berpandangan sama, yakni “bagaimana mahasiswa belajar dengan tekun sehingga ‘alim dan setelah menyelesaikan studi, diharapkan bisa menjadi penyebar Islam moderat di Jawa Timur. Alhamdulillah, Santri Hebat, Jatim Hebat.
*Penulis adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa, Guru Besar UIN KHAS Jember dan Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur.
Editor : Safitri